17 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Indef: Ekonomi Akhir Tahun Enggak Akan Bisa Positif, Indonesia Udah Kena Resesi

Global recession banner concept. Background concept with falling stock charts and financial diagrams. Vector illustration with 3d world globe on blue background.

Realita Indonesia – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan pertumbuhan ekonomi RI pada akhir tahun tidak akan tumbuh positif. Kondisi ini terpicu oleh kontraksi pada triwulan ketiga yang mencapai -3,49 persen dan menyebabkan Indonesia secara resmi masuk jurang resesi.

“Karena dua kuartal sudah tumbuh negatif, jadi memang enggak akan bisa positif di akhir tahun,” ujar Tauhid saat dihubungi pada Kamis, 5 November 2020.

Tauhid mengungkapkan resesi pada kuartal III akan memberikan dampak pada kuartal selanjutnya. Ia meramalkan, pada kuartal IV nanti, Indonesia masih akan mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi di level -2,02 hingga -2,03 persen.

Baca Juga :   Program Work From Destination Dikembangkan Sandiaga Untuk Warga Jakarta Agar Bisa Kerja Dari Bali

Sehingga secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 akan tersungkur di lebih dari -1,8 persen. Prediksi ini lebih buruk dari proyeksi pemerintah yang mematok pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun sebesar -1,7 hingga -0,6 persen.

Untuk mengantisipasi dampak resesi yang lebih dalam bagi perekonomian, Tauhid meminta pemerintah segera mengoptimalisasi belanja negara. Komponen belanja pemerintah terdiri atas tiga alokasi, yakni dana pemulihan ekonomi nasional, belanja pemerintah pusat, serta belanja pemerintah daerah.

Di samping itu, pemerintah diminta lebih cepat menangani penyebaran Covid-19. Tauhid menyayangkan sikap pemerintah yang justru memberikan kesempatan warga berlibur panjang pada akhir Oktober lalu lantaran bisa mendorong tingginya jumlah kasus positif Covid-19.

Baca Juga :   Banjir di Pekalongan Merendam 3.000 Rumah Warga

“Konsistensi kebijakan untuk cuti bersama dan lain-lain, harusnya pemerintah cukup tegas. Sebab ketika kasus harian masih tinggi, orang enggak akan melakukan aktivitas ekonomi yang lebih dalam,” katanya.

Badan Pusat Statistik atau BPS telah mengumumkan bahwa Indonesia resmi masuk jurang resesi dengan kontraksi pertumbuhan di kuartal III mencapai -3,49 persen. Resesi terjadi karena Indonesia berturut-turut mengalami kontraksi selama dua kuartal. Pada kuartal II lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat terjun di level -5,32 persen.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!