15 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Ibu Sampai Tega Bunuh Anak saat PJJ, Peringatan Keras buat Kemendikbud!

Realita Indonesia – Kasus ibu yang tega membunuh anaknya sendiri di kota Tangerang karena pelaku kesal lantaran korban susah diajarkan saat belajar online menjadi bentuk keprihatinan. Pemerintah, pakar pendidikan dan masyarakat pun harus bisa membantu orang tua dalam masa belajar dari rumah (BDR) ini agar kejadian serupa tidak terulang.

Pengamat Pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin Soefijanto menyatakan keprihatinannya. Menurut dia, kasus ini menjadi peringatan keras kepada semua khususnya para pendidik untuk serius mengelola proses pembelajaran selama masa pandemi ini. Sebab, dia mengakui, tidak gampang menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau BDR di masa pandemi ini.

“Pemerintah dan para pakar pendidikan harus membantu para orang tua dalam membimbing ananda masing-masing dalam menjalani pembelajaran di rumah,” katanya.

Baca Juga :   Ini Kata BPOM, Soal Mantan Menkes Terawan Yang Buat Vaksin Nusantara AntiCovid-19

Peraih Alumni Award Winners dari Boston University ini berpendapat, pemerintah harus bisa membuat modul panduan yang dibuat sebaik mungkin dan seadaptif mungkin dengan kondisi para orang tua di seluruh tanah air. Totok menerangkan, ada riset yang menunjukkan bahwa untuk kebanyakan orang tua, materi SD justru sulit di kelas awal, yaitu kelas 1, 2, dan 3.

Namun sekali lagi, tegas Totok, kesulitan materi ajar tidak harus mendorong terjadinya kekerasan terhadap anak. Untuk itu, dia menyarankan, pemerintah dan masyarakat harus saling membantu agar PJJ atau BDR dapat berjalan dengan orang tua yang sudah terbiasa dan terinfokan cara-cara mendampingi anak belajar dengan baik.

Baca Juga :   Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Terus Dicegah Pemerintah Kata Wapres, Untuk Kurangi Perlakuan diskriminatif Pada Perempuan

“Tugas Sudin, Dinas pendidikan sampai Kemendikbud dan Kemenag untuk membimbing orang tua dalam membantu anak didik belajar di rumah,” pungkasnya.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!