13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

HeadlineNews: Jokowi Kritisi Evakuasi Sriwijaya Air Dan Hasil Subdisi Pupuk

Realita Indonesia – 11 Januari 2021, dimulai dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mempertanyakan hasil subsidi pupuk yang telah mencapai lebih dari Rp 30 triliun. Hal itu dia lontarkan dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional atau Rakernas Pembangunan Pertanian 2021.

Selain itu Jokowi juga meminta jajarannya untuk mencari desain yang terbaik untuk menyelesaikan persoalan impor jutaan ton kedelai. Berita lainnya adalah tentang pencarian puing dan jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu. Berikut adalah ringkasan terpopuler beritanya.

1. Jokowi: Berapa Puluh Tahun Kita Subsidi Pupuk? Kembaliannya Apa, Produksi Naik?

Presiden Joko Widodo alias Jokowi mempertanyakan hasil dari subsidi pupuk yang selama ini digelontorkan pemerintah. Pasalnya, ia menilai setiap tahun pemerintah terus mengeluarkan dana untuk subsidi pupuk lebih dari Rp 30 triliun.

“Berapa puluh tahun kita subsidi pupuk. Setahun berapa kita subsidi pupuk, Rp 30-an triliun, 33 triliun setiap tahun, returnnya apa? Kita beri subsidi pupuk kembaliannya apa? Apakah produksi melompat naik?” ujar Jokowi dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2021, Senin, 11 Januari 2021.

Baca Juga :   Universitas Airlangga Beri Tawaran Golden Ticket SNMPTN 2021, Simak Syarat Dan Ketentuannya

Jokowi mempertanyakan hasil dari subsidi pupuk tersebut lantaran apabila diperhitungkan dalam sepuluh tahun, pemerintah telah mengeluarkan uang Rp 330 triliun untuk bantuan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyoroti masih banyak komoditas pangan yang kebutuhannya masih mengandalkan impor, seperti kedelai, jagung, hingga bawang putih.

“Artinya tolong itu dievaluasi. ini ada yang salah. Saya berkali-kali meminta ini. itu lah cara pembangunan pertanian yang harus kita tuju,” ujar Jokowi. Menurut dia, selain perkara pupuk dan bibit, Kementerian Pertanian harus membuat pertanian dengan skala luas dan menggunakan teknologi. Sehingga, nantinya harga pokok produksi yang bersaing dengan negara lain.

2. RI Impor Jutaan Ton Kedelai, Jokowi: Tak Bisa Lagi Konvensional yang Rutinitas

Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan pembangunan pertanian harus dilakukan dengan serius, terutama pada komoditas yang masih banyak bergantung kepada impor.

Baca Juga :   Bangga Banget!, BI Raih Sertifikat Kearsipan Sangat Baik Dari Pihak ANRI

“Kedelai hati-hati. Jagung, hati-hati. Gula, hati-hati. Ini yang masih jutaan ton. Bawang putih, beras. Meskipun sudah hampir dua tahun kita tidak impor beras, saya akan lihat kondisi lapangannya apakah bisa konsisten kita lakukan untuk tahun mendatang,” ujar Jokowi dalam konferensi video, Senin, 11 Januari 2020.

Jokowi meminta jajarannya untuk mencari desain yang terbaik untuk menyelesaikan persoalan impor tersebut. “Menurut saya, tidak bisa kita melakukan hal-hal konvensional, yang rutinitas, monoton seperti yang dilakukan bertahun-tahun.”

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membangun kawasan pertanian berskala ekonomi atau economic scale. “Enggak bisa yang kecil-kecil lagi,” ujar dia. Langkah itu saat ini diterapkan dengan pembangunan lumbung pangan atau food estate di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah.

Ia mengatakan pembangunan pertanian berskala besar akan menggenjot produksi. Sehingga, harga komoditas lokal bisa bersaing dengan komoditas impor. Sebab, apabila produksi sedikit, Harga Pokok Produksi pangan lokal akan kalah dari harga impor.

Baca Juga :   Bakal Jadi Orang Pertama Yang Divaksinasi, 'Bukan Hendak Mendahulukan Diri Sendiri' Ungkap Jokowi

3. Umur Pesawat Sriwijaya Air SJ182 26 Tahun, Pengamat: di AS dan Eropa Juga

Pengamat penerbangan Ziva Narendra Arifin mengatakan usia pesawat tidak menjadi faktor penentu utama keamanan sebuah pesawat. Pandangan ini disampaikannya menanggapi kecelakaan pada pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang sudah berumur 26 tahun.

Tak tak hanya di Indonesia. Menurut Ziva, pesawat beragam tipe yang berusia lebih dari 20 tahun, bahkan 30 tahun, juga masih terbang di berbagai negara. Mulai dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, hingga Eropa.

“Untuk membawa penumpang kargo,” kata Ziva saat dihubungi di Jakarta, Ahad, 10 Januari 2021.

Sebelumnya, pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu siang, 9 Januari 2021. Maskapai swasta ini lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, menuju Pontianak, Kalimantan Barat.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!