Hati-hati Bila Ada Rasa Logam Di Mulutmu!, Karena Itu Termasuk Gejala Covid-19 Lho

Realita Indonesia – Selama beberapa bulan terakhir, berbagai gejala aneh dan tidak biasa telah muncul sebagai peringatan akan adanya infeksi COVID-19. Hilangnya penciuman dan rasa telah menjadi beberapa gejala utama. Rasa logam yang menetap di mulut adalah gejala yang kurang dikenal dan disebut parageusia. Ini dapat disebabkan karena beberapa hal yang bersifat sementara atau tahan lama.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, gejala-gejala COVID-19 telah diselidiki. Studi tersebut mencatat, bagi banyak orang sakit dengan infeksi saluran pernapasan atas (URI) virus, pengalaman makan makanan dan merasakan rasa sering tumpul baik sekunder dari rinitis dan mengakibatkan penyumbatan hidung atau dari cedera virus langsung ke neuroepithelium penciuman.

Baca Juga :   Banser Jaga Rumah Orangtua Mahfud Md Diintruksikan Ketua Umum Ansor.

Penciuman retronasal, kombinasi antara bau dan rasa orthonasal, adalah proses sensorik yang memungkinkan manusia untuk merasakan rasa, yang didefinisikan sebagai persepsi tentang apa pun di luar lima dimensi rasa makanan yakni manis, asin, pahit, asam, dan umami.

“Seorang wanita Afrika-Amerika berusia 59 tahun dibawa ke institusi kami dengan ambulans pada 29 Maret 2020, akibat sesak napas, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan selama beberapa hari,” tulis studi tersebut dilansir dari Express, Rabu (25/11).

“Sekitar seminggu sebelum masuk rumah sakit, pasien mulai mengalami penurunan nafsu makan dan ketidaktertarikan pada makanan. Gejala-gejala ini diisolasi dan didahului dengan indikasi bahwa dia sakit,” lanjutnya.

Selama seminggu sebelum presentasinya, makanan yang biasanya dia nikmati terasa hambar dan logam. Ketika ditanyai lebih lanjut, dia juga mengakui kemampuan penciuman yang perlahan berkurang yang berkembang menjadi anosmia lengkap tanpa adanya hidung tersumbat atau gejala hidung lainnya.

Baca Juga :   Covid-19 Global : Indonesia Hampir Menyelip Negara Peru

“Selama pasien berada di ICU, hasil SARS-CoV-2 NAAT positif terdeteksi virus pada 2 April 2020,” jelas studi tersebut.

Virus juga bisa menyebabkan sesak napas, diare, dan kehilangan nafsu makan. Kasus terus meningkat di Inggris, dan pemerintah telah mendesak masyarakat untuk tinggal di rumah, untuk menghindari infeksi atau penyebaran virus lebih jauh.

National Health Service (NHS) memaparkan, rasa logam biasanya tidak serius dan bisa menjadi gejala dari banyak hal yang berbeda. Perawatan akan tergantung penyebabnya. Penyebab umum rasa logam antara lain penyakit gusi, minum obat seperti antibiotik, pengobatan kanker atau pilek, infeksi sinus, dan masalah saluran napas lainnya.

Terkadang, rasa logam dapat dikaitkan dengan masalah dengan indra penciuman. Tidak ada satu cara untuk mengobati atau mencegah rasa logam di mulut. Dalam beberapa kasus, gejala yang tidak menyenangkan ini dapat hilang dengan sendirinya, misalnya jika berhenti mengonsumsi vitamin atau menghilangkan sumber timbal yang pernah Anda alami.

Baca Juga :   Fenomena Hari Tanpa Bayangan Mulai Dialami Daerah Sumatera Selatan

Beberapa obat dapat memberi rasa logam di mulut. Periksa dengan dokter dan beri tahu mereka bahwa Anda mengalami efek samping ini. Mungkin beralih ke obat lain dapat membantu dan jangan berhenti minum obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : Sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!