14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Gunung Merapi Mengeluarkan 15 Kali Guguran Lava Pijar

Realita Indonesia, Jakarta – Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan 15 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 800 meter pada Sabtu (9/1/2021).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, menjelaskan guguran lava pijar Merapi yang teramati pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, meluncur ke arah hulu Kali Krasak.

“Teramati guguran lava pijar sebanyak 15 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke hulu kali krasak,” kata dia.

Selama pengamatan terdengar satu kali suara guguran dari Pos Babadan.

BPPTKG juga mencatat 36 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm selama 12.7-91.2 detik, tujuh kali gempa embusan dengan amplitudo 3-4 mm selama 11.6-19 detik, 51 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-20 mm selama 5-8.4 detik, dan 12 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitido 38-75 mm selama 11.8-49 detik.

Baca Juga :   Massa FPI di Megamendung Sulit Dikendalikan Satgas COVID-19 Ungkap Bupati Bogor.

Berdasarkan pengamatan visual, asap kawah Gunung Merapi teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.

Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar Merapi dilaporkan cerah, berawan, mendung, dan turun hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat daya dengan suhu udara 14-25.7 derajat Celsius, kelembaban udara 72-75 persen, tekanan udara 625.3-686.3 mmHg, dan volume curah hujan 0.5 mm per hari.

Penambangan dan Wisata Dihentikan

Sebelumnya, selama periode pengamatan pada Jumat, 8 Januari, pukul 18.00-24.00 WIB, BPPTKG mencatat 12 kali guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimum 600 meter ke arah Kali Krasak.

Saat ini status Gunung Merapi berada pada Level III atau Siaga. Terkait potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius 5 kilometer dari puncak.

Baca Juga :   Pegawai Tak Tetap dan 800 Guru di Gunungkidul Terima Insentif.

Untuk itu pihak BPPTKG mengimbau penambangan di alur sungai-sungai yang airnya berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pihaknya juga meminta para pelaku wisata tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Sumber: liputan6.com
Editor: Realita Indonesia
Bagikan :
error: Content is protected !!