GeNose Diusulkan Menjadi Alat Uji Covid-19 Oleh Ganjar

Realita Indonesia – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendatangi UGM Science Technopark yang berada di Kabupaten Sleman, DIY, Selasa (5/1). Kedatangan Ganjar untuk mencoba alat uji Covid-19 buatan UGM yang dinamai GeNose.

Ganjar sempat mendapatkan penjelasan dari inventor GeNose, Prof Kuwat Triyana. Selain itu, dia sempat mencoba alat GeNose dan hasil yang didapat adalah negatif Covid-19.

Usai mencoba dan melihat hasil GeNose, Ganjar menilai jika kecepatan hasil uji menjadi nilai positif dari GeNose. Hanya dalam hitungan menit, hasil uji Covid-19 melalui GeNose sudah bisa diketahui.

“Wah cepat sekali. Hanya hitungan menit sudah keluar hasilnya. Keren ini. Ini waktu yang sangat cepat, dibanding dengan tes lain misalnya PCR. Jadi nantinya laboratorium tidak pusing lagi, masyarakat juga tidak sakit lagi karena harus diswab, cukup nyebul saja sudah keluar hasilnya,” kata Ganjar.

Baca Juga :   Program Digitalisasi Sekolah 2021 Terancam Gagal, Akses Internet Minim Jadi Kendala Besar

Ketua KAGAMA ini pun mengusulkan kepada pemerintah agar GeNose bisa menjadi alat uji Covid-19 yang resmi. Selain kecepatan dan ketepatan hasil, Ganjar menilai harga yang murah menjadi keunggulan pula bagi GeNose.

Harga GeNose yang terjangkau yaitu dikisaran Rp 62 juta dan bisa dipakai untuk 100 ribu kali pengujian dinilai lebih murah dari rapid test maupun swab PCR.

“Kalau kita bicara politik kesehatan, maka ini sangat murah karena bisa mengcover banyak orang. Kalau pun masyarakat harus bayar sendiri untuk tes ini, kisarannya kantongnya Rp15 ribu dan biaya tambahan lainnya total hanya Rp25 ribu maka sangat terjangkau. Tapi kalau dibiayai negara, ini jauh lebih murah. Bandingkan dengan PCR tes yang harganya bisa Rp900 ribu per tes,” ujarnya.

Baca Juga :   KIP Kuliah Merdeka : Bidang Pendidikan Tinggi Semakin Merata Dan Berkualitas

Politisi PDI Perjuangan ini pun menyampaikan ke tim GeNose jika Pemda Jawa Tengah berkeinginan untuk memesan 100 unit alat. Hanya saja karena baru sepuluh hari diproduksi massal, hanya 35 unit yang bisa dilayani.

“Saya ke sini untuk melihat seperti apa kondisinya, sekaligus saya ngetes sendiri tadi bagaimana cara kerjanya. Saya langsung pesan alat ini karena produk anak bangsa, labelnya Merah Putih. Maka negara harus berpihak,” pungkas Ganjar.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : merdeka.com

Bagikan :
error: Content is protected !!