Esports: Perebutkan Hadiah Rp 1,2 Miliar Dari Turnamen Free Fire Asia

Realita Indonesia – Wadah game daring Garena akan menggelar turnamen esports Free Fire Asia All-Stars (FFAA) 2020 yang akan diikuti oleh influencer dan pemain profesional dari Indonesia, India, Thailand, dan Vietnam, dengan total hadiah sebesar US$ 80 ribu atau sekitar Rp 1,2 miliar.

Melalui keterangan resminya, Jumat, turnamen itu rencananya akan berlangsung pada 12-13 Juni dan diadakan dalam dua sesi, serta bisa disaksikan secara langsung di akun YouTube resmi FF Esports ID.

Hari pertama akan diisi perlombaan antar influencer yang terdiri dari 12. Mereka akan memperebutkan total hadiah sekitar Rp 450 juta. Sedangkan di hari kedua akan dilanjutkan dengan pertandingan antar 12 tim yang terdiri dari masing-masing tiga tim profesional perwakilan Indonesia, India, Thailand, dan Vietnam.

Baca Juga :   Batata dan Ferreira Lengkapi Slot Asing Persela Lamongan, Iwan: "Tinggal Tunggu Ivan Carlos"

Indonesia akan diwakili oleh Onic Olympus, Aerowolf Pro Team (sebelumnya bernama Louvre Esports), dan EVOS Esports yang merupakan tiga tim teratas turnamen FFIM 2020 Spring. Di hari kedua, tim akan memperebutkan hadiah sebesar Rp 750 juta.

Format turnamen di kedua sesi akan sama, yaitu tim akan bertarung dalam enam ronde dalam tiga peta berbeda, yaitu Bermuda, Purgatory, dan Kalahari.

Poin diberikan berdasarkan peringkat putaran dan jumlah kills (20 poin untuk Booyah, dan dua poin untuk setiap kill). Tim yang menang akan diumumkan pada akhir hari pelaksanaan. Setiap negara juga akan diberi peringkat berdasarkan poin yang diperoleh oleh tim perwakilan mereka. Negara dengan poin teratas juga akan diumumkan pada akhir turnamen Free Fire Asia All-Stars 2020.

Baca Juga :   Pelatih Prawira Bandung Ungkap Kekecewaannya Setelah Kompetisi IBL 2021 Ditunda

Editor : Realita Indonesia

Sumber : sport.tempo.co (Antara)

Bagikan :

Next Post

Haris Azhar: Pemerintah Panik, Teror Kelompok Kritis

Sen Jun 1 , 2020
Realita Indonesia – Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar, menilai maraknya teror kepada kelompok yang kritis terhadap pemerintah menandakan penguasa sedang gelisah. “Pemerintah makin panik, terbukti makin gagal memimpin, makin menunjukkan pro pada gaya eksploitatif ekonomi,” katanya saat dihubungi, Senin, 1 Juni 2020. Terbaru teror menyerang komunitas mahasiswa Constitutional Law […]

Breaking News

error: Content is protected !!