Esemka Juga Kembangkan Mobil Listrik dan Antipeluru, Selain Garuda 1

Realita Indonesia – Humas PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Sabar Budhi, membenarkan bahwa mobil jenis SUV Esemka Garuda 1 sudah diproduksi di pabrik perakitan di Boyolali, Jawa Tengah. “Sudah, mas,” kata Sabar kepada Tempo, Senin, 24 Agustus 2020.

Hanya saja, Sabar belum bisa memberikan keterangan lain terkait mobil itu, termasuk tentang harganya. “Harga belum ada,” ujar dia.

Garuda 1 yang diproduksi ini merupakan salah satu dari beberapa kendaraan prototipe yang dipamerkan brand lokal ini saat peresmian pabrik pada 6 September 2020. Ketika itu, dua varian dari model pikap yakni Esemka Bima 1.2 dan 1.3 diluncurkan untuk pertama kalinya.

Garuda 1 diperkirakan akan meluncur secara resmi dalam waktu dekat ini dengan harga perkiraan sekitar Rp 300 jutaan. Esemka Garuda 1 muncul di lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2020.

Baca Juga :   Pilpres AS Dimenangkan Joe Biden, Rupiah Diprediksi Bakal Lanjut Menguat

Esemka Garuda 1 muncul di nomor urut kendaraan penumpang 4×2 dengan keterangan Garuda 1 2.0 M/T tahun produksi 2020 dengan harga Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Rp 265 juta dan DP PKB Rp 278,25 juta. NJKB merupakan harga kosong, sebelum dikenakan pajak.

Selain Bima dan Garuda 1, Esemka juga diketahui mengembangkan sejumlah model lain. Dua di antaranya adalah pikap (double cab) Digdaya dengan tenaga listrik yang dikembangkan bersama PT Pindad dan mobil khusus VVIP berstandar militer (anti-peluru).

Mobil VVIP yang dimaksud adalah mobil berjenis SUV bercat hitam berlogo Moose di bagian depan dan bertuliskan Armored by Esemka di bagian belakangnya. Mobil ini dikembangkan dari basis Volvo CX90.

Adapun kendaraan kedua adalah mobil paspamres yang dimodifikasi dari mobil Esemka Garuda 1. Mobil ini memang memiliki kemiripan dengan Foday Landford. Beda dengan Landford yang menggunakan mesin 2,4 liter, Esemka Garuda 1 menggunakan mesin 2.0 liter.

Tampilan depan Esemka Garuda 1 mirip dengan Foday Landford dengan mengunakan lampu proyektor dan gril yang lebar. Pada bagian belakang lampu sepertinya sudah menggunakan LED. Ada wiper di kaca belakang. Ada spoiler imut namun panjang dengan lampu berada di tengah yang memanjang juga.

Baca Juga :   Ini 7 Penyakit yang Ditandai dengan Batuk Kering

Pada 4 April lalu, Sekretaris Perusahaan PT Pindad, Tuning Rudyati mengatakan, Pindad membenarkan adanya kerjasama Pindad dengan Mobil Esemka dalam mengembangkan mobil dinas Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Tuning mengatakan, mekanis dan mesin diklaimnya juga menjadi kompetensi Pindad. Tak hanya itu, Pindad juga punya pengalaman membangun kendaraan tempur. Kendati, diakuinya, masih butuh pengembangan lagi untuk masuk ke lini kendaraan komersial.

“Kalau untuk (kendaraan) VVIP, mestinya (memiliki) armor, kendaraan tahan peluru itu, Pindad juga punya kompetensi itu juga. Jauh lebih punya kompetensi itu dibanding kendaraan komersial. Tapi untuk membangun sendiri, tentu masih perlu ada kajian. Masih perlu ada pertemuan-pertemuan, diskusi lebih detil membahas itu. Kalau Dirut menyatakan ada inisiatif itu, tinggal kita maju lebih jauh lagi,” kata Tuning seperti diberitakan tempo.co, Kamis, 4 April 2019.

Baca Juga :   Isu All England 2021, DPR : Desak BWF Untuk Transparan Dan Tidak Diskriminatif Terhadap Atlet Indonesia

Tuning membenarkan, kendaraan VVIP, apalagi untuk kebutuhan presiden, perlu fitur tambahan yang tidak biasa. Di antaranya body kendaran dan kaca anti peluru. “Tindak lanjutnya masih dalam diskusi teknis,” kata dia ketika itu.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : tempo.co

Bagikan :

Next Post

Indef Sebut RI Sudah Masuk Kondisi Resesi, Apa Alasannya ?

Sel Agu 25 , 2020
Realita Indonesia – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Iman Sugema mengatakan bahwa situasi perekonomian saat ini sejatinya telah masuk ke dalam kondisi resesi. Meskipun, secara data, pada tahun ini Indonesia baru satu kali mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif secara year-on-year, yaitu pada triwulan II 2020 yang […]
Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona.( foto Dok.Tempo.co )

Breaking News

error: Content is protected !!