Epidemiolog: Ibarat Bom Waktu, Untuk Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Jabar Tinggi

Realita Indonesia – Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan tingginya kasus baru COVID-19 di wilayah Jawa Barat (Jabar) beberapa hari ini harus dapat segera diantisipasi. Pasalnya sejak awal pandemi COVID-19 Jawa Barat banyak ditemukan klaster penularan.

“Ini ibarat bom waktu, ditambah lagi Jawa Barat merupakan klaster paling banyak dari awal,” ujar Dicky saat dihubungi, Sabtu (3/10/2020).

Dikatakan Dicky, kapasitas testing Jawa Barat sedari awal belum berjalan maksimal untuk mendeteksi dini secara cepat terhadap orang yang terpapar COVID-19.

“Jawa barat ini dari awal sudah saya wanti-wanti sangat serius karena dari awal kapasitas testing masih rendah, belum sesuai dengan eskalasi skala pandemi yang serius,” bebernya.

Baca Juga :   Tingkat Kepuasan Publik terhadap Jokowi Masih Tinggi Dilihat Dari Survei

Lebih lanjut Dicky menegaskan bahwa tak hanya Jawa Barat saja yang rentan penyebaran virus Corona. Namun menurutnya seluruh Pulau Jawa berada di posisi demikian.

Karena itu menurutnya diperlukan sebuah intervensi yang bersinergi antar tiap wilayah. Dengan demikian diharapkan dapat menekan angka kasus COVID-19 secara baik.

“Sehingga kenapa untuk Jawa ini dari awal kita melihat perlu adanya satu intervensi yang bersinergi. Tidak bisa hanya Jakarta, dan daerah penyangga saja karena kondisi Jawa sudah kritis ya. Jadi kalau enggak direspons bersama yang rugi bersama,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan bahwa pada Jumat 2 Oktober 2020 ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 4.317 orang. Sehingga totalnya secara nasional menjadi 295.499.

Baca Juga :   Haris Azhar: Pemerintah Panik, Teror Kelompok Kritis

Dari laporan penambahan kasus baru itu setidaknya ada lima provinsi yang paling tinggi melaporkan angka kasus positif. Pada posisi pertama ditempati oleh DKI Jakarta dengan penambahan kasus baru sebanyak 1.198 dan pasien sembuh sebanyak 655 orang.

Kemudian, kedua diduduki oleh Jawa Barat yang melaporkan penambahan kasus positif Corona baru sebanyak 544 dan 185 orang dinyatakan sembuh.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!