12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Edhy ditangkap terkait dugaan korupsi izin ekspor baby atau benih lobster.

Realita Indonesia – Menteri Kelautan dan Perikanan, Rabu (25/11) dini hari. Edhy ditangkap terkait dugaan korupsi izin ekspor baby atau benih lobster.

Terkait penangkapan Edhy, Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan pihak Istana belum bisa memberikan komentar sampai ada penjelasan resmi dari KPK.

“Kita di istana belum bisa berkomentar. Arahan pimpinan, nunggu perkembangan di KPK seperti apa,” kata Donny kepada wartawan, Rabu (25/11).

Donny mengatakan pihaknya baru bisa memberikan tanggapan setelah status hukum Edhy jelas. Menurutnya, saat ini Edhy masih dalam pemeriksaan.

“Setelah jelas status dari KPK seperti apa, baru kira berkomentar. Ini kan masih pemeriksaan, toh,” ujarnya.

Baca Juga :   BKPM Akan Turun Tangan Membenahi Proyek Mangkrak Anak Usaha Krakatau Steel.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengonfirmasi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Menteri KKP Edhy Prabowo di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Rabu (25/11) dini hari.

Firli menjelaskan penangkapan ini dilakukan terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor baby atau benih lobster.

“Tadi malam Menteri KKP diamankan KPK di Bandara Soetta saat kembali dari Honolulu [Amerika Serikat], yang bersangkutan diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin export baby lobster,” kata Firli lewat pesan singkat, Rabu (25/11).

Firli menyebut Edhy sedang diperiksa di KPK saat ini. Ia pun berjanji segera menyampaikan penjelasan secara resmi seputar penangkapan politikus Gerindra tersebut.

Selain Edhy, tim penyidik KPK juga mengamankan istrinya. KPK memliki waktu 1×24 jam untuk menetapkan status hukum Edhy dalam operasi senyap tersebut.

Baca Juga :   Saat Pademi Covid-19, Surat Utang dan Pinjaman Masih jadi Andalan Untuk Tutup Defisit

Sumber : CNN Indonesia

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!