28 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Duh! UU Ciptaker Dinilai Hanya Untungkan Pemburu dan Penguasa Rente

Realita Indonesia – Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) Peneliti Indef Nailul Huda mengatakan, pengesahan UU Cipta Kerja tadi malam banyak memberikan keuntungan bagi Pengusaha, Penguasa, dan Pencari Rente.

Setidaknya ada beberapa alasan, diantarnya pertama, kemudahan berinvestasi diterjemahkan oleh pemerintah sebagai “tutup mata dan telinga” terhadap praktik-praktik investasi kotor.

“Pemerintah seperti mempersilakan investasi apa saja masuk tanpa ada ijin Amdal dan lain sebagainya,” kata Huda saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Kedua, keuntungan dalam hal perpajakan bagi pengusaha sangat luas, seperti penguatan penurunan tarif PPh Badan, dan kemudahan pemberian relaksasi pajak walaupun relaksasi yang ada saat ini tidak efektif.

Keempat, ada kondisi yang bisa membuat perusahaan tidak memberikan pesangon sama sekali bagi pekerja yang terkena PHK. Serta kelima, dihapusnya inflasi dan kebutuhan tenaga kerja dalam penyusunan upah minimum. Serta ditiadakan upah minium Kabupaten/Kota.

Baca Juga :   Kronologi Penjemputan Nurdin Abdullah oleh KPK, Ini Kata Pemprov Sulsel

“Padahal setiap kota berbeda-beda biaya hidupnya,” imbuh Huda. Keenam, pekerja asing bebas masuk ke Indonesia dan menempati posisi yang sebelumnya hanya diperuntukan bagi WNI. Selain itu, ada kondisi pekerja asing yang bebes dari perpajakan.

“Sebetulnya lebih banyak lagi beberapa alasan kenapa kita harus menolak UU Cipta Kerja ini. Yang jelas UU Cipta Kerja menguntungkan Pengusaha, Penguasa, dan Pencari Rente,” sebut dia.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!