28 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Duh! Potensi Kerugian Ditaksir Sekitar Rp 10 Miliar, Karena Eksportir Untuk Kirim Benih Lobster Gagal

Realita Indonesia – Sebanyak 20 eksportir gagal mengirimkan benih lobster ke Vietnam hari ini, Rabu, 25 November 2020, pasca-penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jumlah komoditas benih yang akan diekspor ditaksir mencapai 500 ribu ekor.

“Kerugian hari ini kalau ditotal 500 ribu ekspor kali Rp 20 ribu mencapai Rp 10 miliar,” ujar Direktur PT Grahafoods Indo Pasifik Chandra Astan saat dihubungi Tempo, Rabu, 25 November.

Pengiriman benur terhalang karena KKP tidak dapat menerbitkan surat keterangan waktu pengeluaran (SKWP). Menurut informasi yang diperoleh pengusaha, tak ada satu pun pejabat berwenang yang bisa meneken dokumen ini.

Baca Juga :   Ini Kata Epidemiolog : Segera Terapkan Sanksi Progresif untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

SKWP merupakan dokumen khusus yang harus dipenuhi eksportir sebelum mengirim benur ke luar negeri. Penerbitan surat harus mendapat persetujuan dan penandatanganan dokumen oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap.

Chandra menjelaskan, potensi kerugian harus ditanggung akibat kerusakan komoditas hewan hidup. Sebab, benih tak bisa diterbangkan ke negara tujuan sesuai waktu yang telah diestimasikan.

Pejabat KKP belum mengkonfirmasi terkait permasalahan ini. Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar tak menjawab pesan yang dikirimkan Tempo. Begitu juga dengan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri KKP Agung Tri Prasetyo.

Inspektur Jenderal KKP M. Yusuf mengaku tidak berwenang menjawab persoalan ekspor benih lobster. “Saya tidak diberi mandat untuk bicara hal tersebut,” katanya. Sementara itu, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) I Jakarta Habrin Yake belum memberikan respons hingga berita ini diturunkan.

Baca Juga :   Aplikasi Clubhouse Ramai Pengguna, Bagaimana Sih Cara Kerjanya?

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!