15 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

DPR: Mungkin karena Ada Purnawirawan Jenderal Bintang Tiga, Perihal Anak Moge Yang Keroyok TNI AD

Realita Indonesia – Anggota Komisi I DPR Saifullah Tamliha menyayangkan tindakan main sendiri yang dilakukan anggota klub motor gede (moge) terhadap dua anggota TNI AD di Bukittinggi, Sumatera Barat pada Jumat (30/10) kemarin. Dia menegaskan pengeroyokan tersebut tidak bisa ditoleransi.

“Tindakan main hakim sendiri, termasuk pengeroyokan dua anggota TNI oleh klub Moge di Sumatera Barat tidak bisa ditoleransi,” kata Tamliha saat dihubungi wartawan, Minggu (1/11/2020).

Politikus PPP ini menduga, kemungkinan besar klub moge tersebut berani melakukan aksi kekerasan karena terdapat jenderal purnawirawan bintang tiga yang menjadi pembina dari klub moge tersebu

“Mungkin klub Moge tersebut berani melakukan (pengeroyokan) disebabkan di tengah mereka terdapat jenderal purnawirawan bintang tiga yang menjadi pembinanya,” ujarnya.

Baca Juga :   KIP Kuliah Merdeka : Bidang Pendidikan Tinggi Semakin Merata Dan Berkualitas

Menurut Tamliha, Komisi I DPR sendiri masih menunggu hasil pemeriksaan Puspom TNI Angkatan Darat terhadap dua orang anggota TNI yang menjadi korban pengeroyokan, sehingga nantinya akan ada hasil yang komprehensif terkait penyebab kejadian tersebut.

Tamliha juga memgapresiasi langkah Polres Agam, Sumatera Barat sudah dengan cekatan meringkus pelaku dan menahannya setelah adanya laporan dari korban. “Tidak ada yang kebal hukum di negeri ini, termasuk oknum purnawirawan TNI yang memiliki empat bintang sekalipun,” tegas Tamliha.

Sebelumnya diberitakan, dua anggota TNI yang bertugas di Kodim 0304/Agam, Sumatera Barat dikeroyok rombongan komunitas motor gede (moge) Harley Davidson Owner Group (HOG) Siliwangi, Jumat (30/10/2020). Aksi sekelompok orang tersebut terekam video dan viral di jagat dunia maya.

Baca Juga :   Intrik Ilegalitas Mobi Rental Di Jakarta Timur Sudah berhasil Ditangkap

Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad), Letnan Jenderal TNI Dodik Widjanarko menuturkan kasus tersebut telah ditangani penyidik Polres Kota Bukit Tinggi. Kedua korban yaitu Serda Masary dan Serda Yusuf melaporkan kejadian yang dialaminya dengan nomor laporan polisi LP/253/K/X/2020/Res Bukittinggi.

Editor  : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!