12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

DPR meminta pemerintah benar-benar menyiapkan fasilitas yang menunjang dan sesuai standar protokol kesehatan Covid-19.

Realita Indonesia – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta pemerintah benar-benar menyiapkan fasilitas yang menunjang dan sesuai standar protokol kesehatan Covid-19, jika nanti sekolah tatap muka dibuka kembali.

“Kita minta kepada pemerintah untuk benar-benar menyiapkan fasilitas yang ada di sekolah-sekolah, yang memenuhi standar protokol Covid-19,” kata Sufmi di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Dia juga berpesan, agar guru juga meningkatan perhatiannya terutama pada murid-muridnya, agar tak menjadi klaster baru Covid-19.

“Kepada guru untuk ekstra hati-hati memperhatikan murid-muridnya dalam belajar serta dalam mengatasi pandemi Covid-19, supaya tidak menjadi klaster baru di sekolah-sekolah,” jelas Sufmi.

Sufmi menilai dibukanya sekolah tak perlu menunggu vaksin Covid-19.

Baca Juga :   Pengamat: Seperti Anak-anak, Tentang Puan Maharani Matikan Mikrofon Legislator Demokrat

“Kalau untuk vaksinasi kita memang perlu mengkaji lebih dalam dan sangat bisa berhati-hati terhadap ujicoba klinis yang ada, karena terhadap vaksin ini tidak sesederhana kita memulai sekolah langsung. Sekolah cukup dengan protokol Covid-19,” jelas politisi Gerindra ini.

Dia pun kembali mengingatkan, bahwa ini masih pro dan kontra di tengah masyarakat. Sehingga, semuanya masih melihat angka Covid-19 sampai akhir tahun ini. “Nanti kita belum tahu 1 bulan ke depan sampai dengan akhir tahun bagaimana grafiknya di Indonesia,” kata Sufmi.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengizinkan dibukanya kembali sekolah tatap muka meski Pandemi Covid-19 belum berakhir. Tetapi, dia berpesan agar pembukaan sekolah disesuaikan dengan kesiapan daerah tersebut.

Baca Juga :   Esemka Juga Kembangkan Mobil Listrik dan Antipeluru, Selain Garuda 1

“Pemerintah pada hari ini melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah Kanwil kantor kewenangan untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah.

Di bawah kewenangannya ini bisa saja secara serentak ataupun bertahap, tergantung kepada kesiapan masing-masing daerah sesuai dengan deskripsi kepala daerahnya berdasarkan evaluasi kepala daerahnya mengenai mana yang siap, mana yang tidak,” kata Nadiem di sela bersama sejumlah menteri terkait Pengumuman Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (20/11/2020).

Nadiem mengatakan kebijakan ini bisa diberlakukan mulai semester genap mendatang atau tahun ajaran 2020-2021.

Baca Juga :   Aksi Biadab KKB di Papua, 2 Guru Tewas dan 3 Sekolah Dibakar dalam 2 Hari

“Jadinya bulan Januari 2021 jadi daerah dan sekolah diharapkan kalau siap untuk melakukan tatap muka kalau ingin mempertemukan harus segera meningkatkan kesiapannya untuk melaksanakan ini dari sekarang sampai akhir tahun,” pesan Nadiem.

Sumber : Liputan6

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!