Ditata Menjadi Berkelas Dunia, Museum Kerajaan Sumedang.

Realita Indonesia – Pemerintah Kabupaten Sumedang dan The Lodge Group bekerja sama mengelola dan menata Museum Prabu Geusan Ulun agar menjadi tempat wisata heritage yang mendunia.

Sebagaimana diketahui, museum tersebut terdapat peninggalan benda-benda bersejarah dan barang pusaka leluhur Sumedang khususnya kerajaan Sunda. Hal itu terbukti dari rangkaian dan sejarah yang masih tertata apik, rapih dan terawat. Dengan mengunjungi dan melihat fakta sejarah dari berbagai peninggalan yang tersimpan di museum ini, bahwasannya di Sumedang terdapat Kerajaan Sunda yang cukup besar.

CEO The Lodge Group, Heni Smith mengatakan pihaknya akan mengelola penuh Museum Prabu Geusan Ulun ini dengan menata kembali agar bangunan bersejarah ini dapat sentuhan yang bisa menambah nuansa dan daya tarik, terlebih mendongkrak sektor Pariwisata berbasis Budaya kearifan lokal.

“Museum ini Akan kita kelola langsung oleh The Lodge Group, dari mulai ticketing dan sebagainya. Namun tetap pihak keraton mempunyai (kewenangan) tempat disini karena kami hanya take over museumnya saja,” kata Heni saat ditemui di Museum Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Senin (23/11/2020).

Baca Juga :   Aturan PPDB DKI Sesuai dengan Permendikbud

Menurutnya, meski pengelolaannya akan diambil alih, namun kata Heni bentuk bangunan asli Museum Prabu Geusan Ulun ini tidak akan ada yang dirubah maupun di rombak, hal itu agar bangunan bersejarah ini dapat terjaga keasliannya.

“Renov total tidak boleh, karena kami mengikuti aturan-aturan yang sudah ada saat dan itu sudah kita diskusikan hal ini sudah di bahas,” katanya.

Kata Heni, ketertarikan terhadap Museum Prabu Geusan Ulun ini karena banyaknya peninggalan bersejarah yang dapat menarik perhatian, selain itu juga bisa mengangkat kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten Sumedang.

“Saya ingin sampaikan koleksi ini kepada masyarakat bahwa kita memiliki heritage luar biasa, karena budaya Sunda ini artefaknya ada disini,” ucap Heni.

Bahkan kata Heni, pihaknya membutuhkan kurang lebih satu tahun agar konsep ini bisa selesai, dari mulai desain hingga penataannya ini menjadi tempat wisata heritage.

“Untuk konsepnya sendiri sudah selesai, kita tetap mengusung tema budaya (Sunda) yang kental dengan di kombinasikan dengan digital dengan ditambah sedikit modern,” ucapnya.

Baca Juga :   Riza Patria : Bakal Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Pemkab Sumedang Bersama The Lodge Group bekerjasama untuk menata kembali museum Geusan UlunPemkab Sumedang Bersama The Lodge Group bekerjasama untuk menata kembali Museum Geusan Ulun Foto: Muhamad Rizal/detikcom

Rencananya pembukaan pariwisata sejarah ini akan dibuka sekaligus di resmikan pada bulan Maret 2021. Bahkan pihaknya akan mengundang dubes-dubes yang ada di Indonesia untuk datang ke museum ini.

Ketua Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang Raden Luky Djohari Soemadilaga mengatakan kerjasama ini dibangun untuk kepentingan bersama dan juga untuk memajukan budaya Sunda dalam segi pariwisata agar museum ini dapat dikelola dengan baik lagi.

“Dengan pertimbangan yang matang, The Lodge sudah memiliki kemampuan yang matang dalam bidang pengelolaan pariwisata. Tentunya kita membutuhkan partnership agar dapat mengangkat museum ini agar lebih optimal,” ujar Lucky.

Lucky berharap dengan adanya kerjasama ini Museun Prabu Geusan Ulun dan Keraton Sumedang Larang akan menjadi sebuah destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.

Baca Juga :   BMKG Beri Peringatan Dini 5 Kali, Banjir Bandang Sukabumi-Bogor

“Mudah-mudahan ke depannya wisata (Museum Prabu Geusan Ulun) ini bisa menjadi wisata yang mendunia, khususnya di Parahyangan,” ujarnya.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menambahkan bahwa dengan adanya kerjasama ini diharapkan bisa menarik banyak wisatawan apalagi dengan adanya konsep baru.

“Sehingga orang banyak yang datang untuk mengetok kebudayaan Sumedang ini yang nilai-nilainya yang bisa mengungkit etos kerja dan nantinya bisa lestari terus tentang sejarah luhur yang bisa menginspirasi kedepannya,” ungkap Dony.

Kata Dony, nantinya museum ini akan menjadi tempat edukasi, budaya dan pariwisata di wilayah Kabupaten Sumedang. Lalu diharapkan museum ini bisa menjadi ikon pariwisata budaya di Jawa Barat.

Bahkan kata Dony rencana penataan kawasan museum ini sejalan dengan program pemerintah, yaitu menjadikan Sumedang sebagai kabupaten pariwisata.

“Apalagi Sumedang sudah dinobatkan sebagai Puseur Budaya Sunda. Di mana artefak-artefak Sunda juga ada di Sumedang,” katanya.

Sumber : Detiktravel

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :

Next Post

Lho Kok! Pakar Ini Sebut Kalo Covid-19 Itu Asalnya Bukan Dari China, Ya Terus Darimana?

Sel Nov 24 , 2020
Realita Indonesia – Salah satu ahli epidemiologi China, Zheng Guang, mengatakan bahwa virus Corona yang menjadi pandemi saat ini bukan berasal dari Wuhan, China. Ia mengatakan, virus itu hanya teridentifikasi pertama kali di kota tersebut. “Wuhan adalah tempat virus Corona pertama kali terdeteksi, tetapi bukan menjadi tempat asalnya (virus Corona),” […]

Breaking News

error: Content is protected !!