14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Disokong Optimisme Vaksin Covid-19, Rupiah Diprediksi Menguat Lagi Hari Ini, Ia memprediksikan kurs rupiah bakal ditutup menguat pada sore hari.

Realita Indonesia – Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah akan dibuka fluktuatif pada perdagangan pagi ini, Rabu, 18 November 2020. Ia memprediksikan kurs rupiah bakal ditutup menguat pada sore hari.

“Kemungkinan akan ditutup menguat sebesar 10 sampai 70 poin di level 14.020 sampai 14.090,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis.

Pada perdagangan kemarin sore, Selasa, 17 November 2020, rupiah ditutup menguat 55 poin di level Rp 14.055 per dolar AS. Sementara, pada Senin, 16 November 2020, rupiah ditutup di level Rp 14.105 per dolar AS.

Ibrahim mengatakan meningkatnya kekhawatiran atas jumlah kasus Covid-19 secara global mengimbangi optimisme atas pengembangan vaksin terbaru. Investor juga mengklarifikasi kemungkinan jadwal sebelum program vaksinasi yang tersedia untuk umum diberlakukan.

Baca Juga :   Pemerintah : Melindungi Koperasi Dan UMKM Dari Praktik Produk Ilegal Di Platform E-Commerce

“Hal tersebut mendorong harga kembali mendekati paritas dengan harga pada hari Selasa,” kata Ibrahim.

Salah satu isu yang diperhatikan pasar adalah Moderna Inc yang merilis rincian peringkat kemanjuran 94,5 persen untuk kandidat vaksinnya. Meskipun, persoalan pengiriman masih menjadi hal yang terus dikembangkan oleh para produsen vaksin.

Tes sukses kandidat dari Moderna dan Pfizer Inc, ujar Ibrahim, telah meningkatkan peluang AS yang lebih cepat dari yang diharapkan.

Di sisi lain, harapan yang besar untuk paket stimulus Covid-19 saat ini tertahan karena penolakan yang sangat tidak biasa dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengizinkan Presiden terpilih Biden untuk mengakses briefing dan fasilitas pemerintah.

Baca Juga :   Mudik Lebaran : Ada Wacana Diperbolehkan Tapi Akhirnya Dilarang

“Hal ini menyebabkan beberapa investor menjadi lebih berhati-hati tentang kapan paket bantuan dapat dikirimkan,” tutur dia.

Adapun di Eropa, pandemi tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, dengan jumlah kasus meningkat di seluruh wilayah. Pemerintah memberlakukan pembatasan kesehatan masyarakat yang lebih besar, sehingga semakin menunda janji pemulihan ekonomi.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Neraca perdagangan Indonesia Oktober 2020 melanjutkan surplus bulan sebelumnya. Surplus tersebut mencapai US$ 3,61 miliar dari sebelumnya surplus US$ 2,39 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Oktober 2020 mencatat surplus US$ 17,07 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit US$ 2,12 miliar.

Baca Juga :   Tanggul Sungai Citarum Jebol, Banjir 2 Meter Jadi Pemicu

“Hal ini merupakan informasi yang positif di kala Indonesia sudah terkena resesi, namun kerjasama yang baik antara pemerintah, pengusaha dan masyarakat yang akan memperbaiki fundamental ekonomi,” kata Ibrahim.

Apalagi, ia melihat peluang vaksin Covid-19 di awal Desember sudah akan didistribusikan dan akan ada vaksinasi masal bisa membawa perubahan bagi aktivitas masyarakat nantinya. “Membaiknya Neraca Perdagangan Indonesia, kepercayaan pasar kembali pulih, wajar kalau modal asing kembali masuk ke pasar finansial dalam negeri,” ucap Ibrahim.

Sumber : Tempo.co

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!