Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat kasus Covid-19 bertambah 37 pasien, Total 2.740 Kasus.

Realita Indonesia – Rabu, 18 November 2020 08:17 WIB Sejumlah petugas dan tenaga kesehatan melakukan tepuk tangan bersama selama 56 detik di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis 12 November 2020. Kegiatan tepuk tangan bersama dan pembagian masker berbahan kain tersebut selain dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-56 sekaligus sebagai apresiasi terhadap perjuangan tenaga kesehatan dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 serta masyarakat yang telah patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Sejumlah petugas dan tenaga kesehatan melakukan tepuk tangan bersama selama 56 detik di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis 12 November 2020. Kegiatan tepuk tangan bersama dan pembagian masker berbahan kain tersebut selain dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-56 sekaligus sebagai apresiasi terhadap perjuangan tenaga kesehatan dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 serta masyarakat yang telah patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Baca Juga :   Laba Telkom Hanya Naik Tipis, Sekalipun Banyak WFH dan Belajar Daring

Realita Indonesia – Bogor – Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat kasus Covid-19 bertambah 37 pasien pada Selasa, 17 November 2020. Total kasus Covid-19 sampai hari ini menjadi 2.740 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno melaporkan update penyebaran virus corona itu melalui data harian penanganan Covid-19 di Kota Bogor, Selasa petang.

Menurut Retno, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh 19 kasus, sehingga akumulasi pasien yang sembuh mencapai 2.139 kasus.

Dari total kasus Covid-19 sebanyak 2.740 itu, sebanyak 2.139 orang dinyatakan sembuh, 83 orang meninggal. Sedangkan kasus aktif, yang masih menjalani perawatan di RS atau isolasi, tercatat 518 orang.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, Kota Bogor belum aman dari penularan Covid-19 karena masih ada lonjakan kasus hingga pernah mencapai 48 kasus dalam sehari.

Baca Juga :   Kaltim Siap Vaksinasi Covid-19 Untuk Para Lansia

“Adanya lonjakan kasus positif itu menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian,” kata Bima Arya di Kota Bogor, Jumat pekan lalu.

Hasil analisis menunjukkan faktor penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bogor adalah imbas libur panjang cuti bersama pada Oktober lalu. “Dari analisis tersebut, diperkirakan lonjakan kasus positif Covid-19 itu dampak dari libur panjang pada akhir Oktober lalu,” kata Bima Arya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan kota itu telah memiliki 407 ruang isolasi bertekanan negatif. Pada awal pandemi Covid-19, Kota Bogor hanya memiliki delapan ruang isolasi bertekanan negatif.

Wakil Wali Kota Bogor itu juga melaporkan bahwa tingkat keterisian ruang perawatan untuk pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat di rumah sakit saat ini sekitar 60-70 persen, yakni sudah tinggi. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan tempat isolasi khusus pasien gejala ringan atau tanpa gejala di Gedung PPSDM Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido Kabupaten Bogor, dengan kapasitas 122 tempat tidur.

Baca Juga :   Viral Bocah Mandi-Mancing di Air Terjun di Dekat Rumdin Gubsu

Sumber : Tempo.co

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!