Di Perguruan Tinggi, Pembelajaran Online Bisa Permanen Ungkap Mendikbud Nadiem

Realita Indonesia – hari ini, pembelajaran jarak jauh diperkirakan bisa diterapkan permanen setelah pandemi Covid-19 berakhir. Bahkan menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, wacana tersebut amat dimungkinkan bisa dilaksanakan pada perguruan tinggi.

Nadiem melihat akan ada banyak pemanfaatan teknologi dalam kapasitas besar setelah pandemi berakhir untuk membantu kegiatan belajar mengajar secara daring.

Sementara, kegiatan belajar mengajar pada tingkat dasar dan menengah, menurut Mendikbud masih belum menunjukkan tren ke arah sana. Karena sebagian besar masyarakat lebih condong untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Berita terpopulernya lainnya terkait Gunung Merapi di Kabupaten Magelang yang kini berstatus siaga atau level III. Kini segala bentuk kegiatan yang ada di kawasan rawan bencana telah dihentikan.

Hal ini mengingat adanya potensi erupsi yang ditandai dengan guguran lava, lontaran material hingga awan panas. Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemkab setempat bahkan telah melakukan pengungsian untuk sejumlah desa.

Baca Juga :   Pembelajaran "Normal Baru" Disiapkan Untuk Berpihak pada Siswa Kita

Sementara itu, kepulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Tanah Air, kini tengah dinanti banyak pihak. Selasa 10 November, Rizieq akan tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Terkait kepulangannya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan bahwa Rizieq Shihab kembali ke Indonesia lantaran visanya tak lagi diperpanjang lagi oleh pemerintah Arab Saudi.

Mendikbud Sebut Pembelajaran Online di Perguruan Tinggi Bisa Jadi Permanen

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperkirakan bahwa pembelajaran secara dalam jaringan atau daring di perguruan tinggi akan permanen.

“Menurut saya di universitas, online learning itu akan menjadi suatu hal yang permanen,” tegas Mendikbud dalam acara Indonesia Bicara yang disiarkan melalui kanal Youtube Media Indonesia pada Kamis (5/11/2020).

Baca Juga :   Ahmad Riza Patria positif Covid-19, namun tidak bergejala atau OTG (orang tanpa gejala).

Sementara, untuk pendidikan dasar dan menengah, Nadiem tak melihat adanya tren seperti itu.

Walaupun di jenjang pendidikan itu masih mengutamakan pembelajaran luar jaringan atau luring, Nadiem melihat akan ada tren pemanfaatan teknologi dalam intensitas lebih besar setelah masa pandemi Covid-19 ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperkirakan bahwa pembelajaran secara dalam jaringan atau daring di perguruan tinggi akan permanen.

“Menurut saya di universitas, online learning itu akan menjadi suatu hal yang permanen,” tegas Mendikbud dalam acara Indonesia Bicara yang disiarkan melalui kanal Youtube Media Indonesia pada Kamis (5/11/2020)

Sementara untuk pendidikan dasar dan menengah, Nadiem tak melihat adanya tren seperti itu.

Baca Juga :   Hingga 7 Juni Pemudik Arus Balik Disekat Polda Jateng

“Menurut saya di SMA, SMP, SD menurut saya kebanyakan masih berat kepada tatap muka. Cuman menggunakan teknologi untuk meningkatkan potensi dari pada proses pengajaran tersebut,” ucap Mendikbud.

SD-SMA Belajar Offline

Walaupun di jenjang pendidikan itu masih mengutamakan pembelajaran luar jaringan atau luring, Nadiem melihat akan ada tren pemanfaatan teknologi dalam intensitas lebih besar setelah masa pandemi Covid-19 ini. Hal itu guna membantu proses pembelajaran luring di jenjang tersebut.

“Jadinya walaupun mereka semua offline tapi masih menggunakan teknologi untuk kolaborasi, untuk monitoring, untuk tracking, untuk data, untuk asesmen,” bebernya.

“Jadi prediksi saya untuk dasar dan menengah bakal offline, tapi untuk universitas bakal banyak sekali model-model yang lebih ke online,” sambung Mendikbud.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Liputan6.com

Bagikan :
error: Content is protected !!