27 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Dengan Teknologi Robotik, Bisa Deteksi Kanker Prostat

Realita Indonesia – Menurut data Global Burden of Cancer Study (GLOBOCAN) 2018, kanker prostat menempati urutan ketiga (13,5 %) dari sepuluh kanker terbanyak di seluruh dunia pada pria. Kanker prostat merupakan kanker nomor dua tersering pada pria setelah kanker paru-paru.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), pada 2013 diperkirakan terdapat sekitar 25.012 jiwa penderita kanker prostat di Indonesia (0,2%). Namun, sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium lanjut karena deteksi dini kasus kanker prostat belum optimal di Indonesia.

Teknologi biopsi prostat robotik dapat meningkatkan keakuratan operasi dan meningkatkan angka deteksi diagnosa kanker prostat yang signifikan secara klinis. Teknologi ini memungkinkan tindakan pengambilan jaringan pada prostat (kelenjar pada pria) karena adanya indikasi kecurigaan keganasan.

Baca Juga :   Indonesia Udah Resesi, PSBB Jakarta Turut Andil

Spesalis Urologi RSUI dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U menjelaskan bahwa keunggulan menggunakan alat robotik untuk menangani kanker prostat adalah tingginya tingkat akurasi daripada bila tanpa menggunakan alat tersebut.

“Karena dapat mengombinasi data MRI (magnetic resonance imaging) serta USG (ultrasonography) untuk menentukan lesi (area) yang dicurigai sebagai sel kanker dan fokus membiopsi lesi tersebut,” jelasnya.

Tidak hanya meningkatkan ketepatan pengambilan sampel di lokasi tempat sel kanker prostat berada, dengan menggunakan teknologi ini, waktu pelaksanaan biopsi juga dapat dilakukan lebih singkat yaitu sekitar 30-45 menit.

Hingga kini penyebab munculnya kanker prostat masih belum diketahui. Namun, faktor keturunan dan usia seseorang bisa meningkatkan risiko munculnya kanker prostat.

Baca Juga :   Wih...Kantor Hyundai Asia Pasifik Di Negara Malaysia, Katanya Bakal Pindah Ke Indonesia Loh!

Kanker prostat mungkin saja tidak bergejala pada tahap awal. Gejala kanker prostat akan muncul ketika prostat terlalu besar atau membengkak dan mulai memengaruhi uretra. Beberapa gejalanya seperti lebih sering buang air kecil, terutama saat malam hari, merasa nyeri saat BAK, merasa kandung kemih selalu penuh, adanya darah dalam urin atau air mani, dan tekanan saat mengeluarkan urin berkurang.

Umumnya tanda maupun gejala kanker prostat akan muncul ketika kanker sudah menyebar keluar dari prostat. Tapi, gejala-gejala di atas tidak selalu disebabkan oleh kanker prostat. Kondisi di atas bisa saja disebabkan oleh infeksi saluran kencing.

Pada umumnya laki-laki yang perlu dilakukan pemeriksaan PSA adalah yang berusia di atas 45 tahun atau 40 tahun bila memiliki anggota keluarga sedarah dengan keganasan prostat.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!