12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Covid-19 Melonjak Amarah Jokowi Mulai Menanjak , Untuk Solusinya Seperti Apa?

Realita Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah saat mengetahui penanganan Covid-19 di Indonesia memburuk. Apalagi kasus positif Covid-19 terus melonjak sejak akhir November 2020.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, lonjakan paling tinggi terjadi pada 3 Desember 2020, kasus positif mencapai rekor 8.369 orang sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Saat itu ada 3 daerah yang menyumbang kasus positif di atas 1.000 orang. Ketiga daerah itu adalah Papua, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Dalam waktu seminggu, kasus positif Covid-19 berada di posisi 13,41 persen. Jumlah ini naik dari minggu lalu yang berada pada posisi 12,78 persen. Sementara persentase kesembuhan Indonesia pada pekan ini juga turun menjadi 83,44 persen daripada pekan sebelumnya yang mencapai 84,03 persen.

Baca Juga :   Beda-beda Tipis, GeNose Punya Indonesia Dan Belanda Punya SpiroNose

Adalah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang diberi tanggung jawab oleh Jokowi untuk menangani Covid-19 sejak 14 September 2020 lalu.

Luhut membawahi 9 provinsi yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Bali.

Melalui juru bicaranya, Luhut menegaskan ada 2 faktor penyebab melonjaknya kasus Covid-19, terutama di Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Yaitu dampak libur panjang pada Oktober 2020 lalu yang sebagian besar masyarakat mudik. Kemudian, lonjakan kasus Covid-19 juga terjadi akibat kerumunan massa pendukung Rizieq Shihab yang terjadi beberapa kali.

“Ya memang ada penyebabnya, libur panjang dan kumpul-kumpul yang kemarin pulang dari Arab,” kata Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi.

Baca Juga :   Soal Penyuntikan Vaksin Covid-19, Pak Jokowi Siap Terdepan Untuk Jadi Orang Pertama Yang Di Vaksin

Luhut pun meminta kepala daerah meningkatkan kapasitas pelayanan di rumah sakit untuk mengatasi lonjakan pasien bergejala.

Selain itu, Luhut juga meminta kepala daerah memastikan sistem karantina terpusat untuk orang tanpa gejala. Serta meningkatkan pengawasan penegakan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

“Tentu meningkatkan kapasitas pelayanan RS dan penerapan isolasi terpusat,” kata Jodi.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo menegaskan pada dasarnya Presiden Jokowi terus mencermati perkembangan kasus Covid-19 hari demi hari. Sehingga ketika ada peningkatan kasus, langkah penanganan bisa segera disiapkan.

“Beliau pasti memberikan atensi dan meminta kepada para menteri untuk ikut memberikan dukungan kepada daerah-daerah yang mengalami peningkatan kasus. Ini bentuk perhatian presiden kepada kesehatan dan keamanan seluruh masyarakat. Bahwa pemerintah pusat selalu hadir bersama masyarakat di berbagai daerah,” kata Doni.

Baca Juga :   Belum Dinilai Masuk Gelombang 2, Tentang Virus Corona Di Indonesia

Untuk itu, kata Doni, Satgas Covid-19 berkomitmen akan terus bekerja keras mengendalikan kasus Covid-19 di Indonesia. Doni mengatakan, meski terjadi peningkatan namun Covid-19 di Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan kasus yang terjadi di dunia.

Angka kesembuhan global saat ini berada pada posisi 69,04 persen, sedangkan Indonesia 83,44 persen.

“Kami bekerja keras. Pengarahan Bapak Presiden untuk mengajak kita semua agar tidak boleh kendor dan harus tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujar dia.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Liputan6.com

Bagikan :
error: Content is protected !!