13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Catat Jadwalnya, Bantuan Kuota untuk Belajar Online Akan Disalurkan Pemerintah

Realita Indonesia – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan penyaluran bantuan kuota data internet untuk pendidik dan peserta didik bakal dilakukan dalam tiga bulan. Setiap bulan, akan ada dua tahap penyaluran.

“Dalam setiap bulan ada dua tahap penyaluran. Tahap satu dan tahap dua. Jadi kalau di tahap satu ada nomor yang tidak aktif atau salah input bisa dikoreksi untuk tahap kedua di bulan itu,” ujar Nadiem dalam konferensi video, Jumat, 25 September 2020.

Nadiem mengatakan khusus pada pengiriman bulan ketiga, akan dilakukan bersamaan dengan kuota bulan keempat. Pada pengiriman bulan pertama dan kedua, kuota akan berlaku selama tiga hari sejak diterima. Sementara, pada penyaluran bulan ketiga dan keempat yang dilakukan bersamaan, kuota akan berlaku selama 75 hari.

Baca Juga :   Butuh 10 Bulan Untuk Pariwisata Indonesia Agar Pulih dari Imbas Corona

Berdasarkan bahan paparan Nadiem, jadwal penyaluran bantuan tersebut antara lain bulan pertama dilakukan pada 22-24 September 2020 untuk tahap I dan pada 28-30 September 2020 untuk tahap II. Selanjutnya pada bulan kedua, penyaluran akan dilakukan pada 22-24 Oktober 2020 untuk tahap I dan 28-30 Oktober 2020 untuk tahap II.

Sebelumnya, Nadiem mengatakan bantuan kuota tersebut akan diberikan dengan volume berbeda-beda untuk empat kelompok antara lain kelompok peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini; kelompok peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah; kelompok pendidik pada PAUD, serta jenjang pendidikan dasar dan menengah; juga kelompok mahasiswa dan dosen.

Baca Juga :   Sudah 8 Bulan Lamanya Kita Hadapi Pandemi Covid-19, Kita Harus Tetap Optimis Kata Jokowi

Peserta PAUD mendapat 20 gigabyte per bulan, peserta pendidikan dasar dan menengah 35 gigabyte per bulan, pendidik PAUD, pendidikan dasar dan menengah dapat 42 gigaabyte, serta mahasiswa dan dosen dapat 50 gigabyte.

Nadiem berujar kuota tersebut terdiri atas kuota umum yang bisa digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, serta kuota belajar yang digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

Untuk menyalurkan bantuan tersebut, Nadiem mengatakan ada empat langkah yang persiapan dilakukan. Pertama, adalah pendataan nomor ponsel dan operator satuan pendidikan pada aplikasi Dapodik dan PDDiktiawal.

Berikutnya melakukan verifikasi dan validasi nomor ponsel oleh operator seluler. Selanjutnya, pimpinan satuan pendidikan mengunggah surat pernyataan tanggungjawab mutlak. Serta terakhir operator satuan pendidikan melakukan pemutakhiran nomor ponsel yang berubah, tidak aktif, dan tidak ditemukan.

Baca Juga :   Pengamat: Redam Kegaduhan Politik, Anies Baswedan Bertemu Rizieq Shihab

Nadiem berujar pengawasan penyaluran bantuan kuota data internet tersebut bakal dilakukan oleh Kemendikbud bersama dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. Namun, ia menuturkan bahwa masyarakat juga bisa melaporkan apabila menilai indikasi penyimpangan ke Unit Layanan Terpadu di Kemendikbud. Adapun pertanyaan teknis bisa ditanyakan oleh masyarakat ke operator seluler dan ULT Kemendikbud.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!