13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Bus Wisata Sasar Empat Jalur Utama Makasar, Untuk Uji Coba Akhir September

Realita Indonesia – Bus Wisata Kota Makassar ditargetkan mulai dapat diuji coba akhir September ini. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar telah menentukan rute yang akan dilalui bus gratis bagi para wisatawan.

“Uji cobanya kita tinggal tunggu bus dari provinsi, kemungkinan akhir bulan ini. Rencananya ada dua unit bus,” ungkap Kepala Dishub Kota Makassar, Mario Said.

Dia mengatakan moda trasnportasi publik ini akan menyasar empat jalur utama, yakni Jalan Penghibur, Ahmad Yani, Jendral Sudirman dan H Bau. Tapi ada pula yang menyisir masuk ke Jalan Bontolempangan, Lamadukelleng, Nusantara dan Metro Tanjung Bunga. “Tapi ini kita masih mau usul ke pak wali, jelasnya rute bus ini menyasar area wisata dalam kota,” paparnya.

Baca Juga :   Resmi Gantikan Kepmenkes Terawan, Budi Gunadi Menetapkan 7 Jenis Vaksin Covid-19

Anggaran operasional bus wisata ini, lanjut Mario akan menjadi skala prioritas dalam perubahan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD-P). Meski begitu ia belum bisa merinci besaran anggaran operasional yang dibutuhkan.

“Jadi bahan bakar, sopir, dan lain sebagainya itu nanti kita yang anggarkan di perubahan, tapi masih kita susun. Mungkin satu bus itu butuh sampai 30 liter solar,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Moda Transportasi Dishub Makassar, Jasman Launtu mengatakan moda transportasi publik ini akan melintasi objek wisata dalam kota. Seperti Nusantara, Ahmad Yani, Jendral Sudirman, termasuk melintasi kawasan Metro Tanjung Bunga.

“Rute ini sudah kita survei tapikan masih harus kita ajukan ke pak wali bagaimana petunjuknya, yang jelas bus ini akan melewati pusat-pusat wisata dalam kota,” beber Jasman.

Baca Juga :   Menkeu Sri Mulyani Ajak Rakyat Untuk Melangitkan Do'a Untuk Korban Pandemi Covid-19, Untuk Peringati Hari Oeang

Bus wisata ini akan beroperasi mulai pagi hingga sore hari. Pihaknya juga sudah menentukan halte. Setidaknya, ada puluhan halte yang akan dipasang disejumlah titik, seperti di Jalan Nusantara, Lamadukelleng, dan Anjungan Pantai Losari.

Itu pun halte sederhana dengan konsep neon box. Tidak membutuhkan waktu dan anggaran besar untuk pengadaannya. “Tidak ada rekayasa lalu lintas, cuma imbauan saja supaya tidak ada parkir di titik-titik halte, biar tidak macet,” pungkasnya.

Editor : Realita Indonesia

Sumber ; sindonews.com

Bagikan :
error: Content is protected !!