13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Bupati Banyumas menyebut, penyebaran virus Covid19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai tidak terkendali.

Realita Indonesia – Bupati Banyumas Achmad Husein menyebut, penyebaran virus corona (Covid-19) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai tidak terkendali. Hingga Senin (23/11/2020), tercatat 554 penambahan kasus baru. Pada bulan November ini rata-rata setiap hari terdapat penambahan 25 kasus baru. Selain itu, jumlah korban meninggal juga bertambah.

“Yang meninggal dunia dalam bulan November ada 21 orang. Dalam tiga hari terakhir, rata-rata ada tiga orang meninggal dunia setiap harinya,” ungkap Husein melalui sebuah video, Senin. Banyak Pasien Mengantre di IGD Kendati demikian, kata dia, pihaknya akan berusaha mengendalikan kasus Covid-19 di Banyumas. “Kami tetap berusaha sekuat tenaga, sekeras mungkin mengendalikan Covid-19,” kata Husein.

Baca Juga :   Negara Kita Bisa Jadi Negara Alien Jika Tanpa UU Ciptaker, Ungkap Menko Luhut

Husein mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien, pemkab kembali membuka dua rumah karantina. Selain Balai Diklat Baturraden, pemkab menyiapkan Pondok Slamet dan Wisma Wijayakusuma yang berada di kawasan Baturraden. “Pondok Slamet sudah dibuka kemarin, Wisa Wijayakusuma sedang proses, karena itu bukan milik pemkab.

Kalau kurang nanti di hotel, ini sedang kami bahas,” pungkasnya. Penularan di Komunitas Dinilai Cukup Tinggi Berdasarkan data hari ini, tercatat 1.225 kasus terkonfirmasi positif. Rinciannya, 807 orang sembuh, 39 orang meninggal dunia, dan sisanya dirawat di rumah sakit atau tempat karantina.

Sumber : Kompas.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!