Bukti Ekonomi Pulih Bukan Dari Investasi Melejit, Lantas?

Realita Indonesia – Ekonom Piter Abdullah menilai kenaikan investasi pada kuartal III tahun 2020 belum mengindikasi ekonomi Indonesia pulih. Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang triwulan III 2020 sebesar Rp209 triliun. Jumlah tersebut mencapai 74,8% dari target realisasi investasi sebesar Rp817,2 triliun.

“Kenaikan investasi tersebut belum menjadi bukti bahwa perekonomian kita sudah pulih,” ujar Piter.

Kendati demikian, kenaikan investasi mengindikasikan bahwa investor masih memiliki keyakinan yang besar terhadap potensi ekonomi Indonesia. “Investor meyakini bahwa indonesia akan bisa cepat bangkit ketika pandemi sudah berlalu. Pemulihan ekonomi nasional akan bisa cepat dilakukan ketika pandemi berakhir,” jelasnya.

Saat ini, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat Rp102,9 triliun, naik 2,1% (year on year/yoy). Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) adalah Rp106,1 triliun triliun naik 1,1% yoy.

Sebagai informasi, ada lima sektor dengan investasi terbesar. Transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan investasi Rp32,1 triliun dengan pertumbuhan 15,3%.

Baca Juga :   Harga Obat Covid-19 Covifor Diturunkan Kalbe Farma, Jadi Rp.1,5 Juta

Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan investasi Rp24,6 trilun dan pertumbuhan 11,8%. Listrik, gas dan air dengan investasi Rp24,4 triliun dan pertumbuhan 11,7%.

Lalu, konstruksi Rp23,2 triliun dengan investasi dan pertumbuhan 11,1%. Perumahan, kawasan industri dan perkantoran dengan investasi Rp21,3 triliun dan pertumbuhan 10,2% .

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :

Next Post

Bikin Tepuk Jidat, Indonesia Bakal Resesi Panjang Dibanding Krisis Moneter Tahun 1998

Sab Okt 24 , 2020
Realita Indonesia – Ekonom mengungkapkan, bahwa sejatinya perekonomian Indonesia yang dibayangi resesi sudah menunjukkan tren penurunan, sebelumnya adanya pandemi Covid-19. Bahkan sejak satu dekade belakangan secara struktural dari tahun 2005 hingga 2020, pertumbuhan PDB antar-kuartal di kuartal 3 selalu lebih rendah dibanding pertumbuhan PDB di kuartal 2. “Hanya di tahun […]

Breaking News

error: Content is protected !!