Buka Destinasi Wisata di Era New Normal, Banyuwangi Mulai Siap

Majestic Banyuwangi Festival. (Dok. Kemenparekraf)

Realita Indonesia – Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa daerahnya sudah bersiap menjadi salah satu destinasi wisata yang berpotensi dibuka saat era new normal.

Menurut komunikasi Azwar dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, selain daerahnya, ada Pulau Bali dan Pulau Bintan yang juga akan menjadi pilot project daerah tujuan wisata saat new normal.

“Untuk itu, semua SOP sedang kami matangkan. Ini masih tahap membuat resume. Minggu depan kami mulai sosialisasi, setelah itu kami lakukan uji coba dan simulasi.” ujar Azwar dalam acara bincang ‘Ini Budi’ yang disiarkan di Instagram Tempodotco pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Menurut Azwar, objek wisata di daerahnya itu rencananya akan dibuka pada Juli atau Agustus mendatang. Beberapa tempat wisata yang akan dibuka antara lain; hotel-hotel di pinggir pantai, hotel di sekitar kaki Kawah Ijen, dan beberapa restoran outdoor khas Banyuwangi.

Baca Juga :   Kenapa Pemerintah Tetap Bangun Infrasruktur Di Tengah Pandemi Seperti Ini? Ini Alasannya...

Nantinya, ujar Azwar, mereka yang datang melancong hanya boleh berada di tempat wisata yang ditentukan itu saja, tidak boleh kemana-mana. Atraksi seni juga hanya akan digelar terbatas di satu pendopo saja. “Jadi, mulai dari bandara sampai pulang, para wisatawan ini betul-betul terkontrol,” ujar politikus PDIP ini.

Menpar Wishnutama sebelumnya mengatakan, daerah-daerah yang memiliki Basic Reproductive Number (R0) atau angka reproduksi dasar Cpvid-19 di bawah 1, memang akan dipersiapkan menjadi tujuan wisata saat new normal.

Presiden Jokowi meminta standar protokol kesehatan ketat disiapkan, sosialisasi masif, dan diikuti uji coba serta simulasi rencana pembukaan sektor pariwisata juga harus dilakukan mulai saat ini.

Baca Juga :   Mendagri : Ingin Apkasi Tangani Pandemi Sekaligus Pemulihan Ekonomi

“Karena ini risikonya besar. Begitu ada imported case, kemudian ada dampak kesehatan, maka citra pariwisata yang buruk bisa melekat dan akan menyulitkan kita untuk memperbaikinya lagi,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas via telekonferensi dari Istana Merdeka, Kamis, 28 Mei 2020.

Penulis : Dewi Nurita (nasional.tempo.co)
Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!