14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

BNBP meninjau lokasi pengungsi akibat erupsi Gunung Merapi, pada Kamis (19/11/2020).

Realita Indonesia -Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninjau lokasi pengungsi akibat erupsi Gunung Merapi, pada Kamis (19/11/2020). Kunjungan ini untuk memastikan kesiapsiagaan antisipasi erupsi Gunung Merapi dilakukan dengan baik oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat.

“BNPB dan Pemerintah Provinsi menyiapkan dukungan yaitu berupa dukungan anggaran, keahlian, logistik, dan SDM,” kata Doni Monardo dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020).

Kepala BNPB menyampaikan pengungsi Gunung Merapi prioritas adalah kelompok rentan yaitu orangtua, anak-anak, ibu hamil, orang sakit dan disabilitas. Selain itu, ia juga memastikan penerapan protokol kesehatan.

“Para pengungsi dan relawan harus swab untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 di lingkungan pengungsian Gunung Merapi. Selain itu protokol kesehatan harus tetap dijalankan selama masa pengungsian. memakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan, serta rajin cuci tangan,” jelasnya.

Baca Juga :   Protokol Kesehatan Dan Pembukaan Penerbangan Masih Ditunggu Untuk Penyelenggaran Umrah

Adapun, Status Siaga telah dikeluarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada tanggal 5 November 2020. Informasi update Merapi harus mengacurkepada BPPTKG, tidak ada sumber lain.

Wilayah berisiko erupsi Merapi adalah DIY (Kabupaten Sleman) dan Jawa Tengah (Kabupaten Klaten, Boyolali dan Magelang).

Sumber : Liputan6

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!