26 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Periode Oktober-November, Untuk Fenomena La Nina

Realita Indonesia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta badan iklim lainnya yakni National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika, Japan Meteorological Agency (JMA) Jepang dan Bureau of Meteorology Australia pada 1 Oktober 2020 mengidentifikasi terjadinya fenomena La Nina dengan pada level moderat mulai terjadi di Samudera Pasifik.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan dengan adanya fenomena tersebut maka diprediksi hingga akhir tahun sudah mencapai lebih dari indeks. “Jadi diprediksi akhir tahun ini anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik diprediksi akan mencapai minus 1 derajat celcius bahkan lebih. Yang artinya mencapai fase atau kondisi moderat,” ungkapnya dalam Rakornas Antisipasi Bencana Hidrometeorologi dan Gempa Bumi-Tsunami secara virtual, Rabu (7/10/2020).

Baca Juga :   Anies Baswedan Hadiri Groundbreaking, Punya Misi Jadikan Pasar Senen Sebagai Pusat Ekonomi

Lalu, apa dampak yang terjadi dari fenomena La Nina? Dwikorita mengatakan bahwa fenomena La Nina ini telah diamati selama 2 bulan berturut-turut. Fenomena ini, katanya diakibatkan adanya anomali negatif suhu muka air laut yang akhirnya berdampak terjadinya aliran massa udara basah yang kuat dari arah Samudera Pasifik bagian tengah ekuator menuju Kepulauan Indonesia.

“Dampak lanjutnya adalah meningkatkan penguapan atau pasokan air di wilayah kepulauan Indonesia, sehingga curah hujan bulanan di wilayah kita kepulauan Indonesia akan meningkat. Diprediksi meningkat dapat mencapai 40% peningkatannya,” jelas Dwikorita.

Dwikorita menjelaskan dari peta kondisi La Nina yang diprediksi yakni pada September, Oktober, November yang menunjukkan curah hujan bulanan semakin besar dimana curah hujannya semakin melampaui 40%. “Diprediksi mulai Oktober ini sampai November dampak La Nina ini akan mengenai hampir di seluruh wilayah Indonesia yaitu dengan curah hujan intensitas atau curah hujan lebat kecuali di Sumatera,” katanya.

Baca Juga :   Surat Keterangan Sehat Cukup 'Dibuat' Orang Tua, Syarat PPDB SMK

Dwikorita pun meminta semua pihak bersiap menghadapi fenomena La Nina dimana seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera yang akan mengalami curah hujan bulanan dengan intensitas lebat. “Oleh karena itu, maka karena ini ketahuannya sudah Oktober baik dideteksi oleh Amerika, Jepang, Australia dan Indonesia maka kami terpaksa mengajak untuk bersiap karena ini sudah di depan mata kita. Oktober-November sebagian besar wilayah Indonesia kecuali Sumatera akan mengalami curah hujan bulanan yang tinggi 40% dari normalnya,” tegasnya.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : Sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!