Bila Liga 1 Dilanjutkan, Persib telah Siapkan Opsi Hidupkan Atmosfer Laga

Bobotoh memberikan dukungan kepada Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Liga 1 2018. (Dok. KOMPAS.com)

Realita Indonesia – Manajemen Persib Bandung tengah mengkaji sejumlah cara untuk menghidupkan atmosfer pertandingan bila kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono.

Dalam beberapa waktu terakhir, kabar soal bakal dilanjutkannya Liga 1 2020 terus mencuat. Meski belum menjadi keputusan pasti. Akan tetapi, PSSI sudah mengajukan usulan untuk melanjutkan Liga 1 2020 dalam waktu dekat.
Usulan tersebut disampaikan saat PSSI menggelar pertemuan bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan perwakilan 18 klub Liga 1 2020 pada 2 Juni lalu. Kabarnya, pembahasan mengenai kelanjutan kompetisi akan masuk dalam agenda rapat Exco PSSI pada 13 Juni mendatang.

Baca Juga :   Skema penggajian PNS tidak lagi dilakukan berdasarkan pangkat dan golongan.

Andai usulan tersebut disetujui, kompetisi Liga 1 2020 bisa dilanjutkan pada September atau Oktober 2020. Tentunya, kompetisi digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Kemungkinannya juga, setiap pertandingan yang digelar akan berlangsung dengan format tanpa penonton.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah risiko penularan virus corona yang masih mewabah di Indonesia. Aturan menggelar pertandingan tanpa penonton pun sudah diterapkan di Jerman dan Korea Selatan. Begitu pula dengan Inggris, Italia, hingga Spanyol yang akan kembali menggulirkan kompetisinya dalam waktu dekat.

Tanpa kehadiran suporter, suasana pertandingan dipastikan terasa berbeda. Tidak ada nyanyian pemberi semangat dari para suporter untuk memacu semangat dan motivasi pemain di lapangan. Atmosfer pertandingan terasa hambar.

Baca Juga :   Ini Nih Cara Menggunakan 4 Fitur Keamanan WhatsApp

Sejumlah klub pun melakukan berbagai upaya untuk menghidupkan atmosfer pertandingan. FC Seoul, misalnya, yang memasang sejumlah boneka di tribune penonton saat tim asal Korea Selatan itu bertanding.

Adapun Borussia Monchengladbach memasang “penonton kardus” di setiap tribune stadion saat kontestan Bundesliga itu menggelar laga kandang. “Ya, kami memang melihat itu sebagai sebuah inovasi. Misal di Denmark, mereka pasang TV LED dengan penonton di sekeliling stadion,” kata Teddy.

“Hanya, kami belum memikirkan sejauh itu. Karena itu, tadi ujung-ujungnya kami perlu menghitung juga,” ucap Teddy.

Meski begitu, Teddy mengatakan, manajemen Persib akan mengupayakan berbagai cara agar pertandingan kandang klub berjulukan Maung Bandung itu tetap terasa semarak walau tanpa kehadiran bobotoh.

Baca Juga :   Sandiaga Uno Temui Doni Monardo Untuk Bicarakan Konsep Wisata Era Baru

Opsi paling logis yang bisa diambil Persib adalah mengumandangkan suara nyanyian suporter melalui sound system. Cara tersebut dianggap paling simple dan tidak banyak menelan biaya.

“Mungkin kalau dengan sound system tidak terlalu mahal, tetapi kalau misal kayak pasang boneka atau pasang LED dengan gambar-gambar penonton udah pasti akan memakan biaya kan,” tutur Teddy.

“Jadi, kami belum tahu meskipun sudah banyak referensi dari luar sebenarnya, tetapi cost and benefits-nya seperti apa gitu,” kata dia.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : bola.kompas.com

Bagikan :
error: Content is protected !!