14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Berbasis Alam, Jawa Barat Kembangkan 76 Destinasi Wisata Baru

Realita Indonesia – Pemerintah Provinsi Jawa Barat punya rencana mengembangkan 76 destinasi wisata baru berbasis alam yang ada di 21 kabupaten/kota di wilayahnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan optimalisasi potensi 76 tempat wisata baru di Jawa Barat itu adalah salah satu strategi Pemprov Jabar untuk melakukan pemulihan ekonomi di tengah pandemi dengan tetap mengedepankan aspek kesehatan di sektor pariwisata.

“Untuk itu dari Pemprov Jabar melakukan pertemuan, terutama kita juga harus menggali potensi-potensi di wilayah Jawa Barat yang sekarang kita lakukan tourism investment summit yang dikemas di WJIS (West Java Investment Summit) 2020 ini,” kata Dedi pada Selasa, 16 November 2020.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat membutuhkan investasi sekitar Rp 5,8 triliun untuk mengembangkan puluhan tempat wisata itu. Ke-76 tempat wisata baru berbasis alam berada di kawasan milik PTPN, Perhutani dan pihak swasta yang dikategorikan atau masuk dalam beberapa kelompok seperti brown book, blue book dan green book.

“Kalau brown book sudah mantap semuanya dan kaitan FS (Feasibility Study) dan (Detail Engineering Design) DES tahapannya sudah selesai dan kalau blue book baru daftarkan keinginan dari masing-masing kabupaten/kota yang akan diangkat. Lalu green book ada tahapannya 10 atau mendekati di brown book siap kita jual,” kata Dedi.

Baca Juga :   BPOM Beri Pertimbangan Tentang Perizinan Vaksin Sinovac Untuk Kalangan Lanjut Usia

Karena itu, kata Dedi, Disparbud Jawa Barat menyambut baik MoU antara PTPN VIII dengan BUMD Jabar yakni PT. Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) atau Jaswita Jabar terkait pengembangan tempat wisata baru. “Diharapkan dengan antara MoU Jaswita dan PTPN VIII, yang lainnya juga bisa melakukan MoU lainnya, khususnya dalam investasi di bidang pariwisata mengingatkan besarnya market pariwisata kita,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PTPN VIII Muhammad Yudayat mengatakan bisnis utama PTPN VIII selama ini adalah terkait komoditas seperti teh, sawit dan karet. Saat ini, pihaknya ingin mengembangkan pariwisata potensial yang ada di lahan PTPN VIII.

“Sekarang kami melihat peluang lain, ada aset-aset kami yang optimalisasinya masih rendah yang bisa kami kembangkan. Kita tahu ada yang di Ciwidey, di Pangalengan di Gunung Mas, itu semua lahan-lahan milik PTPN VIII yang cocok dikembangkan untuk pariwisata,” kata Yudayat.

Baca Juga :   Bermotif Ekonomi, Tersangka Nekat Mencuri Al-Quran di Ciledug

Dalam waktu dekat, pihaknya juga mencoba memfinalisasikan kerja sama pengembangan pariwisata di Kawasan Ciater, Kabupaten Subang. “Ciater ini puncaknya Bandung, udaranya sejuk, hamparan teh bagus, pemandangan indah. Minggu lalu Pak Gubernur Jabar dan tim ke sana dan meyakini ini bisa dikembangkan lebih lanjut pariwisatanya,” kata Yudayat.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!