Ben-Ujang tampil lugas dalam menjawab pertanyaan dari panelis dalam debat ketiga Pilkada Kalteng.

Realita Indonesia – Pasangan Ben Brahim S Bahat dan Ujang Iskandar tampil lugas dalam menjawab pertanyaan dari panelis dalam debat ketiga Pilkada Kalteng, Rabu (2/12/2020).

Debat pamungkas Pilkada Kalteng mengusung tema ‘Reformasi Birokrasi, Penegakan Hukum dan Kualitas Pelayanan Publik Kalteng’.

Ujang Iskandar mengatakan, indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di Kalteng masih sangat rendah. Hal itu dikarenakan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik belum optimal.

“Kita lihat dan alami sendiri, sistem dan proses penyelenggaraan pelayanan publik berbelit-belit dan rumit. Pengawasan internal dan eksternal juga tidak berjalan secara maksimal,” ujar Ujang.

Untuk menyelesaikan permasalah tersebut, Ben-Ujang memberikan solusi supaya mempermudah masyarakat Kalteng dalam memperoleh pelayanan publik dengan baik.

Baca Juga :   Untuk Korban PHK Dalam UU Cipta Kerja Tak Hanya Diberi Pesangon, Ungkap Airlangga

“Untuk membenahi layanan publik, Ben-Ujang memprogramkan one stop public services dan mall pelayanan publik sehingga layanan masyarakat bisa diakses dengan mudah dan informasi pemerintahan terakses serta terawasi secara transparan,” ujar Ujang.

Sementara, Ben Bahat mengatakan agar terwujud pelayanan publik bisa berjalan dengan baik. Pola komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat juga harus dibangun dengan baik.

“Kalau masyarakat ingin ketemu, menyampaikan aspirasinya mengenai pelayanan apa yang kurang dari pemerintah, kita harus mau mendengarkan. Jangan tutup kuping apalagi mata. Kita harus mau melihat dan merasakan. Itu adalah bagian komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat supaya pelayanan publik bisa meningkat,” ujar Ben Bahat.

Baca Juga :   Menkeu Sri Mulyani : Program Bantuan Sosial Berhasil Mencegah Kemiskinan Akibat Pandemi

Calon Gubernur Kalimantan Tengah nomor urut 2 Sugianto Sabran yang juga petahana kembali tidak mengikuti debat publik ke-3 karena masih dinyatakan positif Covid-19.

“Didasarkan surat resmi dari tim pasangan calon nomor urut 2 yang dilampiri surat dari RSUD dr Doris Sylvanus tentang laporan hasil lab sampel COVID-19 calon gubernur pasangan nomor urut 2 tidak dapat hadir karena hasil dari sampel tersebut masih dinyatakan positif,” kata Ketua KPU Provinsi Kalimantan Tengah, Harmain Ibrohim di Palangka Raya, Rabu malam dikutip dari Antara.

Pernyataan itu diungkapkan Harmain saat membuka debat publik terakhir Pilkada Kalteng yang digelar terbatas namun terbuka untuk umum dan disiarkan melalui saluran TVRI Kalteng, RRI Palangka Raya serta YouTube dan Facebook resmi KPU Kalteng.

Baca Juga :   Indonesia Udah Resesi, PSBB Jakarta Turut Andil

“Sebagaimana ketentuan kita sama-sama dalam penerapan protokol COVID-19 yang hadir dalam kesempatan ini harus bebas COVID-19 yang dibuktikan dengan surat hasil rapid tes,” kata Harmain.

Sumber : Liputan6

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :

Next Post

Jokowi akan Terbitkan Keppres Cuti Bersama PNS, Libur Akhir Tahun Dipangkas.

Kam Des 3 , 2020
Realita Indonesia – Pemerintah telah melakukan revisi atas kebijakan cuti bersama 2020. Perubahan cuti bersama ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani oleh 3 menteri yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB bernomor 744/2020, 05/2020, 06/2020. SKB ini berlaku mulai 1 Desember 2020. Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur […]

Breaking News

error: Content is protected !!