16 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Bayu dicopot karena dianggap lalai menerapkan protokol kesehatan saat kerumunan acara Rizieq Syihab.

Realita Indonesia – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengusulkan Dhany Sukma menjadi Wali Kota Jakarta Pusat menggantikan Bayu Meghantara. Bayu dicopot karena dianggap lalai menerapkan protokol kesehatan saat kerumunan acara Rizieq Syihab.

“Ya, baru kemarin Selasa. Namanya Dhany Sukma,” ucap Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, Kamis (3/12).

Pras mengatakan, tahapan selanjutnya adalah Komisi A DPRD yang membidangi pemerintahan akan melakukan uji kelayakan terhadap Dhany. Hal-hal yang akan diuji oleh Komisi A di antaranya sejauh mana pengalaman Dhany dalam memimpin satu wilayah.

Politikus PDIP itu menambahkan, profiling terhadap Dhany sangat penting mengingat ia akan memimpin wilayah Jakarta Pusat. Di mana, terdapat institusi penting dan strategis di kota administrasi tersebut.

“Kalau dia enggak memimpin wilayah (susah) karena ini kan Jakarta Pusat strategis sekali. Ada istana, balai kota, DPRD dan wilayah kumuh di Johar, Tanah Tinggi jadi harus menguasai itu Kemayoran,” ucapnya.

Baca Juga :   MUI : Jika Kondisi Sudah Mulai Normal, Penggunaan Vaksin AstraZeneca Tidak Diizinkan

Surat usulan Anies untuk Dhany sebagai Wali Kota dikirim Selasa (1/12).

Berikut isi surat pengajuan Anies

Sehubungan dengan Dr. Bayu Meghantara Wali Kota administrasi Jakarta Pusat akan dimutasikan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama lain di lingkungan pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan hormat kami mohon pertimbangan pengangkatan Wali Kota administrasi Jakarta Pusat dengan data

Nama : Dhany Sukma

Jabatan: Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Berdasarkan pasal 19 ayat 2 undang-undang nomor 29 tahun 2007 tentang pemerintahan provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia menyebutkan bahwa “Walikota atau Bupati diangkat oleh Gubernur atas pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi DKI Jakarta dari pegawai negeri sipil yang memenuhi persyaratan” Sehubungan dengan hal tersebut dimohon pertimbangan ketua DPRD dalam pengangkatan Walikota Kota administrasi Jakarta Pusat dimaksud

Demikian kiranya maklum dan selanjutnya mohon pertimbangan tersebut dapat kami terima dalam waktu yang tidak begitu lama atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Baca Juga :   Keren! Indonesia Masuk Urutan Pertama Karena Punya Daftar Penggemar Terbanyak Di Liga Thailand

“Ya, baru kemarin Selasa. Namanya Dhany Sukma,” ucap Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, Kamis (3/12).

Pras mengatakan, tahapan selanjutnya adalah Komisi A DPRD yang membidangi pemerintahan akan melakukan uji kelayakan terhadap Dhany. Hal-hal yang akan diuji oleh Komisi A di antaranya sejauh mana pengalaman Dhany dalam memimpin satu wilayah.

Politikus PDIP itu menambahkan, profiling terhadap Dhany sangat penting mengingat ia akan memimpin wilayah Jakarta Pusat. Di mana, terdapat institusi penting dan strategis di kota administrasi tersebut.

“Kalau dia enggak memimpin wilayah (susah) karena ini kan Jakarta Pusat strategis sekali. Ada istana, balai kota, DPRD dan wilayah kumuh di Johar, Tanah Tinggi jadi harus menguasai itu Kemayoran,” ucapnya.

Surat usulan Anies untuk Dhany sebagai Wali Kota dikirim Selasa (1/12).

Berikut isi surat pengajuan Anies

Sehubungan dengan Dr. Bayu Meghantara Wali Kota administrasi Jakarta Pusat akan dimutasikan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama lain di lingkungan pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan hormat kami mohon pertimbangan pengangkatan Wali Kota administrasi Jakarta Pusat dengan data

Baca Juga :   Wasekjen Demokrat Ditunjuk AHY, Untuk Pimpin Tim Pemenangan Putri Wapres

Nama : Dhany Sukma

Jabatan: Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Berdasarkan pasal 19 ayat 2 undang-undang nomor 29 tahun 2007 tentang pemerintahan provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia menyebutkan bahwa “Walikota atau Bupati diangkat oleh Gubernur atas pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi DKI Jakarta dari pegawai negeri sipil yang memenuhi persyaratan” Sehubungan dengan hal tersebut dimohon pertimbangan ketua DPRD dalam pengangkatan Walikota Kota administrasi Jakarta Pusat dimaksud

Demikian kiranya maklum dan selanjutnya mohon pertimbangan tersebut dapat kami terima dalam waktu yang tidak begitu lama atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Sumber : Merdeka.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!