13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Bakal Ada Travel Bubble, ‘Kita Atur Lagi dengan Menhub’ Kata Sandiaga Uno

Realita Indonesia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membahas travel bubble dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menurutnya, rencana travel bubble masih dalam tahap diskusi.

Dia mengatakan akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri dan jajaran terkait lainnya.

“Kita tidak mau janjikan sesuatu yang berpotensi pada keadaan Covid sekarang. Jadi kita dahulukan kesehatan. Setelah bicara dengan pak Menkes, kita atur lagi ke bapak (Menhub), kita rancang dengan baik,” kata Sandiaga dalam saat bertemu Budi di Kemenhub, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021.

Dia mengatakan untuk rencana travel bubble saat ini pemerintah akan fokuskan pada wilayah Bali. Hal itu karena, kata dia, Bali ini paling terdampak, ekonominya minus 12 persen di kuartal ketiga.

Baca Juga :   Kang Emil Berharap Nggak Ada Nakes Yang Menolak Vaksinasi Covid-19

“Ekonominya lebih dari 80 persen masyarakat Bali bergantung ke Parekraf. Idenya didiskusikan,” ujarnya.

Bali akan dipilih, kata dia, juga karena memiliki kesiapan dari segi infrastruktur dan sumber daya manusia.

Sandiaga mengatakan saat ini Kemenparekraf menyiapkan dari segi kesehatan di Bali.”Kita ingin ada fokus utama untuk masyarakat Bali ada akselerasi, dari segi vaksinasi dan juga PCR-nya ya. Dengar juga dari teman-teman, masyarakat yang mau ke Bali itu dengan relanya tes PCR,” ujarnya.

Adapun travel bubble adalah pembukaan zona batas lintas negara yang memungkinkan warganya bepergian asal tidak melampaui area yang sudah ditetapkan.

Sandiaga sebelumnya telah mengisyaratkan Pulau Bali akan menjadi lokasi pertama dibukanya travel bubble. Namun sebagai persiapan, dia mengusulkan 70 persen warga Pulau Dewata dipriortiaskan menerima vaksin Covid-19.

Baca Juga :   Harga minyak tergelincir, karena harapan vaksin Covid-19 dibayangi oleh lonjakan kasus baru virus corona di seluruh dunia.

“(Penduduk) Bali total ada 4 juta (orang). Kalau kita dahulukan di Bali bisa 70 persen divaksin, ini akan jadi seperti New Zealand (Selandia Baru) yang sudah bisa dikunci,” ujar Sandiaga, 3 Januari 2020.

Seumpama travel bubble dilaksanakan, Sandiaga menyatakan harus ada ketentuan khusus guna mencegah penyebaran Covid-19. Misalnya, adanya syarat dokumen tes usap atau swab PCR yang menunjukkan hasil negatif Covid-19 bagi wisman yang masuk ke Bali.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!