Bahas Produktivitas Laba dan Antisipasi Kekeringan, Bupati dan PDAM Garut Gelar Rapat Terbatas

oleh -1949 Dilihat
oleh

Garut, Realita Indonesia.Com — BUPATI Garut, Dr. H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP, menggelar Rapat Terbatas bersama PDAM Tirta Intan Garut, di Ruang Pamengkang Gedung Pendopo Garut, Kec. Garut Kota, Kab. Garut, Rabu (30/08/2023).

Rapat yang digelar sejak pukul 09.30 pagi tersebut, dihadiri langsung Dirut PDAM, Dr. H. Aja Rowikarim, M.Ag dan jajaran Direksi PDAM Tirta Intan Garut.

Dirut PDAM Tirta Intan Garut, Dr. H. Aja Rowikarim, M.Ag mengatakan, rapat terbatas dengan Bupati Garut digelar dalam rangka membahas penguatan administrasi dan manajemen Keuangan PDAM.

“Yang pertama dari segi administrasi, Pak Bupati ingin agar PDAM betul-betul bisa mengadministasikan dengan baik terutama yang berkaitan dengan pendapatan dan penerimaan,” kata Dirut kepada para awak media yang menemuinya.

Menurut Dirut, pihaknya biasa setiap bulan melaporkan posisi neraca keuangan kepada pemilik atau KPN, dalam hal ini Bupati Garut. “Intinya, menyampaikan laporan keuangan dan sekaligus mengekspos laporan keuangan,” ucapnya.

Lanjut Dirut, Bupati juga meminta PDAM agar terus meningkatan pelayanan kepada masyarakat, terutama di musim kekeringan seperti ini, dengan menggunakan potensi keuangan yang dimiliki oleh perusahaan.

“Jadi menyikapi kekeringan saat ini, PDAM harus betul-betul berada di masyarakat untuk memberikan pelayanan yang terbaik, walaupun pelayanan itu berada diluar area pelayanan PDAM,” terangnya.

Dirut menyebut, yang paling krusial dalam rapat terbatas kali ini, diantaranya Pak Bupati menegaskan agar PDAM mempersiapkan laporan keuangan yang didalamnya memuat informasi laba.

“Di 2022 kemarin, walaupun labanya belum signifikan, laba kita baru 300 jutaan, setelah sebelumnya PDAM mengalami defisit atau kerugian selama hampir 4 tahun,” ujarnya.

Dengan laba yang ada, ungkap Dirut, kita tetap mengusahakan kegiatan. Dan dengan laba itu pula, kita bisa memanfaatkan potensi keuangan yang dimiliki oleh PDAM itu untuk PDAM lebih sehat dan bisa meningkatkan kembali potensi-potensi di masa yang akan datang atau di bulan berikutnya, agar lebih produktif lagi.

“Nah, jadi kesimpulan rapat bersama Pak Bupati tadi. Pertama, PDAM dituntut harus meningkatkan produktivitas laba. Kedua, untuk masalah kekeringan sekarang ini, PDAM dituntut berada didepan untuk membantu masyarakat,” tandasnya.

Dikatakan Dirut, pembiayaan PDAM itu hampir 90 persennya dari penjualan air, dimana kami juga sampaikan kepada Bapak Bupati Garut bahwa di PDAM saat ini masih ada pelanggan yang menunggak atau belum bayar sekitar 15 persen, sehingga ini mengganggu arus kas PDAM.

“Oleh karena itu harapannya, kepada masyarakat yang sudah menerima layanan air dengan baik dari PDAM, juga bisa memenuhi kewajibannya dengan tepat waktu, biar PDAM lebih semangat dan bisa meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.(Om Danur)

No More Posts Available.

No more pages to load.