12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Badan Otorita Borobudur (BOB) menggelar Pelatihan Konten Digital. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan semangat optimisme para pelaku industri wisata.

Realita Indonesia – Secara simultan, Badan Otorita Borobudur (BOB) terus memberikan motivasi kepada para pengelola Destinasi Pariwisata. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Konten Digital. Kali ini menyasar pengelola wisata desa wisata di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Pembukaan pelatihan dihadiri Direktur Utama BOB Indah Juanita, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmadi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Agung Wibowo, serta para kepala desa yang pengelola wisatanya menjadi peserta pelatihan.

Berlangsung di Obyek Wisata Glamping Deloano, Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Purworejo, Pelatihan dan Pendampingan Konten Digital tersebut digelar selama 3 hari mulai Selasa (17/11/2020) hingga Kamis (19/11/ 2020) hari ini.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan pendampingan konten digital selama tiga kali yakni pada bulan November hingga Desember 2020.

Baca Juga :   PSIS Semarang Akan Maksimalkan Slot Pergantian Pemain Untuk Bersaing Di Piala Menpora 2021

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM pengelola di lokasi wisata tersebut. Pelatihan yang digelar merupakan wujud kepedulian BOB guna meningkatkan semangat optimisme kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam rangka bangkit di tengah pandemi COVID-19,” kata Direktur Utama BOB Indah Juanita saat membuka pelatihan, Selasa (17/11/2020).
Peatihan konten digital digelar oleh Badan Otorita BorobudurPeatihan konten digital digelar oleh Badan Otorita Borobudur Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Pelatihan yang digelar juga diharapkan mampu memberi narasi positif bagi pelaku wisata maupun wisatawan dalam rangka menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pelatihan ini semoga mampu memberi penawar bagi bangkitnya industri pariwisata. Dengan adanya program pelatihan dan pendampingan konten digital ini nantinya akan menggerakkan kepercayaan pelaku wisata maupun wisatawan untuk melakukan kegiatan wisata kembali dengan penyesuaian-penyesuaian sesuai protokol kesehatan yang sudah diterapkan,” imbuhnya.
Peatihan konten digital digelar oleh Badan Otorita BorobudurPeatihan konten digital digelar oleh Badan Otorita Borobudur Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Baca Juga :   BNN Musnahkan Ratusan Kilogram Narkoba Dengan Dihadirinya Mensos Risma

Pelatihan dengan materi fotografi, videografi, narasi, desain grafis, serta sosial media menejemen tersebut diberikan kepada belasan pelaku wisata dari empat desa, terdiri dari tiga desa di Purworejo yakni Pandanrejo, Benowo, dan Sedayu, serta satu desa di Kulon Progo yakni Nglinggo dengan menghadirkan mentor yang profesional di masing-masing bidang.

Akhir dari pelatihan dan pendampingan ini, nantinya akan dibuat karya kuratorial berupa buku fotografi hasil dari masing-masing peserta. Ke depan, diharapkan peserta mampu menerapkan ilmu dan memberikan informasi yang efektif kepada wisata atau masyarakat.
Baca juga: Antisipasi Erupsi Merapi, Stupa Candi Borobudur Ditutupi Terpaulin

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Agung Wibowo, menuturkan bahwa banyak keuntungan yang didapat dari pelatihan tersebut untuk dunia pariwisata khususnya di Purworejo. Dikatakan, hasil dari pelatihan itu dapat ikut membantu dalam mempromosikan pariwisata.

Baca Juga :   Daging Ayam Turun Jadi Rp 15 Ribu Sekilo, Para Peternak Merasa Rugi Dan Minta Harga DOC Diatur

“Keuntungan bagi pariwisata secara umum untuk menjadi sarana promosi dan pemasaran yang murah, mudah dan efektif. Khusus untuk Purworejo tentu akan menambah SDM yang memiliki keahlian terutama di bidang konten digital dan menambah kualitas wawasan dalam promosi dan pemasaran pariwisata Purworejo,” tutur Agung.

“Harapannya di era pandemi ini dengan adanya pelatihan konten digital ini bisa menghasilkan konten-konten kreatif yang dapat memberikan gambaran pariwisata tanpa melanggar protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sumber : Detiktravel

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!