Awas! Gejala Sakit Perut Covid-19 Bisa Dialami Anak-anak, Selain Orang Dewasa

ilustrasi anak anak

Realita Indonesia – Sejak pandemi Covid-19 kali pertama terjadi, daftar gejala penyakit yang disebabkan virus corona baru semakin panjang. Awalnya tiga gejala yakni demam, batuk, dan sesak napas dilaporkan sebagai gejala utama penyakit ini. Namun, seiring berjalannya waktu, gejala lain seperti hilangnya rasa, bau, nyeri tubuh, sakit kepala dan lainnya juga ditambahkan ke daftar gejala.

Menurut tim dari Queen’s University, Belfast, yang telah mempelajari anak-anak terinfeksi Covid-19, gejala sakit perut sebagai tanda infeksi akibat virus corona mungkin menjadi hal yang perlu diwaspadai.

Menurut CDC AS, diare telah dilaporkan sebagai kemungkinan gejala Covid-19 pada orang dewasa, karena banyak pasien melaporkan hal yang sama. Namun di Inggris, gejala Covid-19 yang dikenali adalah demam, batuk, dan hilangnya rasa dan bau.

Baca Juga :   Hari Ini 178 Kepala Daerah Dilantik, Ada Bobby Nasution Dan Gibran Rakabuming Raka

Hampir 1.000 anak dan sampel darah mereka diteliti untuk mengetahui apakah mereka baru-baru ini terkena virus corona. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa 68 dari 992 anak memiliki antibodi terhadap virus dan diketahui mereka pernah terinfeksi virus corona baru. Separuh dari anak-anak ini juga ditemukan memiliki gejala.

Gejala yang paling umum adalah demam, yang dilaporkan pada 21 dari 68 anak. Batuk juga umum, tetapi gejalanya terlihat pada anak-anak yang dites negatif untuk virus juga.

Gejala gastrointestinal, bagaimanapun, dilaporkan terjadi pada 13 dari 68 anak dan tampaknya terkait dengan Covid-19. Gejala lain seperti hilangnya rasa dan bau kurang umum, dilaporkan hanya 6 anak yang dites positif antibodi.

Baca Juga :   Organisasi Eksponen 98 Sebut Kalo Gubernur Jabar Harus Tanggung Jawab, Tentang Kerumunan Pendukung HRS

“Kami tahu bahwa, untungnya, kebanyakan anak-anak yang tertular virus tidak akan sakit parah tetapi kami masih belum tahu seberapa banyak anak-anak mungkin menyebarkannya,” kata peneliti utama Dr Tom Waterfield seperti dikutip Times Now News, Jumat (4/9).

Dr Tom juga menambahkan bahwa gejala gastrointestinal diidentifikasi hampir semua dari kasus bergejala yakni sebesar 33 dari 34 atau sebesar 97%.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!