Atas Tragedi 30 September Ada Ajakan Rekonsiliasi Nasional, Dan itu Dinilai Tidak Tepat Kenapa?

Realita Indonesia – Momentum hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap bulan September-Oktober kerap menjadi isu yang berkembang di masyarakat. Tak ayal, momentum ini kerap diikuti dengan isu kebangkitan PKI atau komunisme, yang membuat sejumlah pihak mendorong dilakukannya rekonsiliasi nasional.

Ajakan rekonsiliasi nasional salah satunya disuarakan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau akrab disapa AHY.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, ajakan rekonsiliasi atas tragedi gerakan 30 September tidak tepat. “Mengingat gerakan itu murni kejahatan nasional dan tidak saja melukai keluarga korban, tapi juga melukai kemerdekaan Indonesia,” tutur Dedi.

Menurut dia, catatan itu sudah selesai dengan terbitnya Tap MPRS atas larangan paham marxisme, leninisme dan komunisme baik atifitas maupun ideologinya. Sehingga, seharusnya semua pihak berpedoman pada konstitusi ini untuk menjadi panduan bersama dan tak usah berpolemik berlebihan.

Baca Juga :   Puan dkk Lupa Tempatkan Diri Jadi Wakil Rakyat Karena Mengesahkan RUU Cipta Kerja

“Dan hari ini, tidak ada tuntutan lebih lanjut atas tragedi itu, sehingga rekonsiliasi tak semestinya kembali disuarakan, karena berpotensi membuka pergolakan kembali,” tukasnya.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :

Next Post

Rupiah Bisa Dibikin Memble Pekan Ini, Karena Dolar AS Sedang Perkasa

Sab Okt 3 , 2020
Realita Indonesia –  Nilai tukar rupiah diprediksi babak belur melawan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada perdagangan pekan ini. Hal itu akibat terus menguatnya dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston mengatakan dolar AS paket stimulus ke-2 antara Partai Demokrat dan Partai Republik menjadi sentimen fluktuasi nilai […]

Breaking News

error: Content is protected !!