13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Apa Sebabnya, Vaksin Covid-19 Hampir Dipastikan Batal Terdistribusi Tahun Ini?

Realita Indonesia – Pemerintah tak lagi menargetkan distribusi vaksin Covid-19 terlaksana pada tahun ini. Hal ini terlihat dalam laporan Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengenai status dan progress vaksin, bahwa pendistribusian paling cepat dilakukan pada kuartal II pada tahun 2021.

Dari linimasa yang disusun Satgas, total vaksin Covid-19 yang didistribusikan hingga kuartal IV tahun depan adalah sebanyak 239 juta dosis. Vaksin yang diditribusikan adalah hasil produksi dari kerja sama antara Indonesia dan Sinovac dan buatan dalam negeri, Merah Putih.

Vaksin didistribusikan kepada 2 kelompok penerima; pertama, tenaga kerja kesehatan, pelayanan publik, dan anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penerima Bantuan Iuran (BPJS PBI); kedua, masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya.

Baca Juga :   Pemerintah Dikritik Koalisi Warga Mengenai Insentif Tenaga Kesehatan, Tentang Hak Mungkin?

Kedua kelompok memiliki jumlah penerima masing-masing 64,37 juta dan 75 juta dengan total kebutuhan vaksin sebanyak 73,9 juta dosis untuk kelompok pertama, dan 165 juta untuk kelompok kedua. Total, jumlah penerima 107,2 juta dosis dengan kebutuhan vaksin 235,8 juta.

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah menetapkan target konservatif terkait dengan rencana pendistribusian vakin Covid-19. Hal ini dengan catatan informasi mengenai perkembangan pengadaan vaksin dari salah satu produsen, Sinovac, bisa diperoleh lebih dini oleh pemerintah.Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah menetapkan target konservatif terkait dengan rencana pendistribusian vakin Covid-19. Hal ini dengan catatan informasi mengenai perkembangan pengadaan vaksin dari salah satu produsen, Sinovac, bisa diperoleh lebih dini oleh pemerintah.

Baca Juga :   Wah! Presiden Jokowi Resmikan Sekaligus 2 Bandara Di Tana Toraja

“Melalui kerja sama dengan Sinovac, kami bisa tahu lebih dini informasi tentang pengadaan vaksin sesuai dengan jumlah yang Indonesia perlukan,” ujar Budi Gunadi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa, 17 November 2020.

Lebih jauh Budi Gunadi menjelaskan, seluruh kandidat, jenis, jumlah, dan harga vaksin akan diputuskan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), baik vaksin dari program pemerintah maupun vaksin mandiri. Sementara dari sisi distribusi, komite saat ini tengah berhadapan dengan tantangan yakni keharusan agar vaksin didistribusikan secara masif dengan sisa waktu yang tidak banyak.

Terkait dengan hal tersebut, komite akan melibatkan rumah sakit negeri, swasta, serta pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), serta mendorong produsen untuk mempercepat proses pengadaan vaksin Covid-19.

Baca Juga :   Mulai Terlihat dan Disukai Pasar Untuk Kemenangan Biden, Tapi Kurs Rupiah Diprediksi Melemah

Selain itu, pemerintah telah menyiapkan semua alat dan logistik yang diperlukan untuk proses penyimpanan dan pengiriman vaksin dengan sejumlah penjagaan, salah satunya sensor online. “Semua titik di 34 provinsi di kota-kota besar disiapkan ruangan dengan temperatur 2-8 derajat celsius. Ini untuk menampung distribusi-distribusi ke hub-hub besar besar, sehingga diperlukan ruangan penyimpanan dengan kapasitas besar,” ucap Budi Gunadi.

Sumber : Tempo.co

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!