Apa Bisa Jus Kesemek Jadi Detoksifikasi Virus Corona ?

Realita Indonesia – Wabah penyebaran virus corona masih terus berlanjut di berbagai tempat di belahan dunia, termasuk di Indonesia. Hingga kini para ilmuwan dunia pun masih terus berupaya mencari formula, baik untuk vaksinasi maupun untuk pengobatan para pengidap Covid-19.

Di tengah penelitian tersebut, ada studi terbaru yang mengungkapkan tentang kemungkinan manfaat buah kesemek untuk menetralkan virus corona.

 Kesemek adalah nama sejenis buah-buahan diospyros. Tanaman ini dikenal pula dengan nama Oriental (Chinese/Japanese) persimmon. Nama ilmiahnya adalah Diospyros kaki. ‘Kaki’ dalam bahasa Jepang adalah nama zat tanin yang dihasilkan buah ini. Penelitian ini, seperti diberitakan laman AsiaOne dilakukan di Nara Medical University, Jepang.

Baca Juga :   Mendikbud Nadiem : Perkawinan Anak Bisa Kurangi Kesempatan Hidup Sejahtera

Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru memborong buah ini, dan lalu memakan sebanyak banyaknya. Sebab, dalam riset ini terungkap bahwa makan buah kesemek saja tidaklah cukup. Buahnya harus asam atau mentah, dan menjalani proses fermentasi.

Di Jepang, jus kesemek difermentasi dari kesemek mentah atau yang dikenal dengan nama kakishibu, dan secara tradisional digunakan sebagai pewarna. Pewarna tersebut dipakai untuk kertas tahan air dan anti serangga, kayu atau kain dan konon mengandung memiliki efek anti jamur.

Dalam percobaan ini, jus kesemek mentah pertama-tama akan diekstraksi, kemudian difermentasi. Setelah terfermentasi, para peneliti mencampurnya dengan air liur pengidap virus corona. Setelah 10 menit ditemukan, virus di dalamnya ternyata terdetoksifikasi.

Baca Juga :   Doni Monardo Ingatkan Jangan Ada Kerumunan, Pantau Pelaksanaan Pilkada.

 Meskipun hasilnya menjanjikan, namun Profesor Toshihiro Ito dari Departemen Imunologi di Nara Medical University tak serta merta mengumumkan betapa berkhasiatnya kesemek. Dia bahkan menegaskan, temuan itu tidak berarti kita harus makan kesemek untuk mencegah atau menyembuhkan kemungkinan infeksi Covid-19. Menurut dia, penelitian klinis lebih luas masih harus dilakukan untuk melihat apakah hasilnya meyakinkan, dan bagaimana hal itu dapat diterapkan secara komersial.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : kompas.com

Bagikan :

Next Post

Kopi Bermanfaat bagi Penderita Kanker Kolon, Benarkah?

Sen Sep 21 , 2020
Realita Indonesia – Banyak penelitian mengungkap besarnya manfaat minum kopi bagi kesehatan kita. Dan kini, sebuah studi menemukan alasan mengapa penderita kanker kolon (kanker usus besar) perlu mengonsumsi kopi setiap hari. Dari studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Oncology, terungkap bahwa beberapa cangkir kopi sehari bisa memberikan kelangsungan hidup lebh […]

Breaking News

error: Content is protected !!