12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Anies Dipanggil Polda soal Kerumunan Rizieq Shihab, Aneh Juga ya? Ujar Refly Harun.

Realita Indonesia – Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mempertanyakan pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Polda Metro Jaya, terkait kerumunan di acara Rizieq Shihab. Menurutnya, jika hal itu berkaitan dengan acaranya Rizieq Shihab, maka yang pertama dipanggil ialah yang bersangkutan.

“Pemanggilan itu patut dipertanyakan. Dalam kerangka apa? kalau misalnya dalam kerangka adanya dugaan tindak pidana, dugaan tindak pidana itu dilakukan oleh siapa? Siapa mastermind-nya, siapa pelaku utamanya?,” papar Refly dalam sebuah video yang diunggah di kanal Youtube pribadinya di Refly Harun pada Rabu (18/11/2020).

“Nah kalau dugaannya adalah kumpulan, keriuhan Habib Rizieq di kediaman Habib Rizieq dalam pesta pernikahan putrinya, ya tentunya harus yang diklarifikasi pertama Habib Rizieqnya,” sambung dia.

Baca Juga :   'Tidak Ada Niat Jadi Presiden 3 Periode' Kata Presiden Jokowi

Padahal Refly menyebut pimpinan FPI itu ada, tapi polisi justru mendahulukan untuk memanggil Anies Baswedan.

“Kalau langsung diklarifikasi untuk dugaan tindak pidana, sementara yang diduga pelaku utamanya belum diklarifikasi, padahal ada orangnya di tempat, ya rasanya memang sedikit aneh juga ya,” sebutnya.

Menurut Refly, Anies dalam posisinya sebagai gubernur DKI Jakarta merupakan pihak yang mestinya menjalankan tugas untuk menegakkan protokol kesehatan. Di mana pelaksanaan tugas yang diemban Anies tersebut bukanlah kapasitas pihak kepolisan untuk menilainya.

“Bukan urusan penegak hukum untuk menilainya. Penilaian itu bisa dilakukan secara politik, secara politis oleh DPRD DKI dengan menggunakan haknya. Silakan hak bertanya, hak interpelasi, hak angket dan hak menyatakan pendapat,” sebut dia.

Baca Juga :   Perihal Pembatasan Kegiatan di Jawa dan Bali, Menko Airlangga Sebut Itu Bukanlah Pelarangan

Dari sisi administrasi, Refly menimbang hak untuk meminta klarifikasi bisa dilakukan oleh pemerintahan di atasnya. Atau bisa juga menggunakan pendekatan sosial, yakni rakyat Jakarta yang mestinya menilai.

“Apakah pemerintah lokalnya menyelenggarakan, melaksanakan tugasnya dengan baik atau tidak. Nah ini kan bisa berbuah sanksi sosial, sanksi sosialnya adalah ya misalnya (saat) pemilihan gak dipilih lagi,” ujar dia.

Sebelumnya Polisi memanggil Anies Baswedan atas adanya kerumunan massa Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat. Anies sendiri telah memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Selasa kemarin (17/11/2020). Dalam pemeriksaannya Anies mengaku dicecar 33 pertanyaan.

“Ada 33 pertanyaan yang tadi disampaikan. Semuanya sudah dijawab sesuai dengan fakta yang ada, tidak ditambah tidak dikurangi,” ujar Anies Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Baca Juga :   Mandiri Kembangkan Layanan Trustee dan Kustodian Untuk Dukung Pasar Modal

Meski demikian, Anies Baswedan enggan membeberkan detail pertanyaan terkait acara yang menarik simpatisan Rizieq Shihab tersebut.

Sumber : Liputan6

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!