Alhambra dan Warisan Kejayaan Islam di Valencia

realitaindonesia.com — Selama beradab-abad, sebagian besar wilayah Muslim memiliki ekologi yang kering dan gersang. Karenanya di banyak wilayah Muslim kebijakan untuk pengumpulan, pengaliran, dan penyediaan air menjadi prioritas utama.

Bukan hal mengejutkan kondisi itu melahirkan banyak kemajuan penting pada teknologi di abad pertengahan terkait dengan air. Peradaban Islam mulai mengembangkan metoda-metoda pemanfaatan air, termasuk pembuatan dan penyimpanan es.

Di Valencia, pada abad ke-10, peradaban Islam mewariskan sistem irigasi Valencia. Hingga kini, sistem irigasi itu masih berfungsi dengan baik. Pada masa itu pula, menjadi tradisi peradaban Islam dilakukan pertemuan semacam pengadilan untuk mendengarkan perselisihan dan pengambilan keputusan yang tak bisa diganggu gugat terkait distribusi dan pemanfaatan air.

Baca Juga :   Demi Tingkatkan Perdagangan, Wamendag Dorong RI Untuk Manfaatkan Jalur Sutra

Pada masa modern, tradisi ini dilanjutkan Dewan Air (Tribunnal de Las Aguas) yang berkumpul setiap Kamis pada siang hari di depan Katedral utama untuk mengkaji dan menysuaikan kebutuhan terhadap alokasi air.

 

 

Artikel ini telah tayang di :
https://www.republika.co.id/berita/qv79zy313/tradisi-peradaban-islam-yang-masih-berlangsung-di-valencia

Bagikan :

Next Post

Usai 'Berantakan' di Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Terpaksa Jalani Play-off Untuk Kualifikasi Piala Asia 2023

Kam Jun 24 , 2021
realitaindonesia.com — Timnas Indonesia akan menghadapi Taiwan pada babak playoff Kualifikasi Piala Asia 2023, berdasarkan pengundian yang digelar AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (24/6). Dikutip dari laman resmi AFC, pertandingan tersebut akan digelar dua leg pada 7 September dan 12 Oktober 2021. Selain Indonesia dan Taiwan, partai playoff Kualifikasi […]

Breaking News

error: Content is protected !!