14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Aksi puluhan orang yang mengepung kediaman Menko Polhukam.

Realita Indonesia – Aksi puluhan orang yang mengepung kediaman Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MDdi Pamekasan, Madura tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Perbedaan pendapat seharusnya tak menyasar kepada pribadi maupun keluarga.

“Tak dibenarkan mengepung rumah siapa pun. Termasuk rumah Mahfud MD. Ini nagara hukum jadi hukum harus ditegakkan. Harus ditegakkan dengan adil,” kata analis politik asal Universitas Al Azhar Indonesia.

Ujang menuturkan, Indonesia adalah negara demokratis, sehingga harus siap dengan perbedaan pendapat. Sekeras dan setajam apapun perbedaan pendapat antara rakyat dengan para elitenya, haruslah diselesaikan dengan cara-cara yang bermartabat dan elegan.

Di sisi lain, perbedaan pendapat dengan siapa pun adalah sebagai bentuk anugerah dari Allah SWT. Oleh karena itu harus dijaga, bukun untuk saling memusuhi, apalagi ‘menyerang’ secara pribadi dan anggota keluarganya.

Baca Juga :   Menteri Luhut : Rakyat di NTT dan NTB Pesta Pora Setelah Dapat Air Bersih

“Apalagi Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan dan sangat menghargai perbedaan pendapat. Dan berbedaan pendapat itu adalah rahmat,” katanya.

Sumber : Sindonews.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!