Akhirnya, Eks Polisi Pembunuh George Floyd Dihukum 22,5 Tahun Penjara

realitaindonesia.com – Mantan anggota kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin (45) yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan seorang pria kulit hitam, George Floyd, dijatuhi hukuman 22,5 tahun penjara pada Jumat.

Pria kulit putih ini dinyatakan bersalah pada April atas dakwaan pembunuhan tidak sengaja tingkat dua, pembunuhan tingkat tiga, dan pembunuhan tingkat dua karena berlutut di leher Floyd selama sekitar 9 menit lebih yang menyebabkan Floyd tak bisa bernapas dan lemas.

Video penangkapan Floyd yang direkam warga yang melintas saat itu memicu unjuk rasa di seluruh dunia, menuntut penghapusan rasialisme dan kekerasan polisi. Floyd ditangkap karena diduga membayar menggunakan uang palsu USD 20.

Setelah kesaksian dari keluarga Floyd dan ibu Chauvin pada Jumat bersama dengan ungkapan belasungkawa singkat dari Chauvin, Hakim Peter Cahill mengatakan hukuman yang dijatuhkan tidak berdasarkan emosi, simpati, atau pendapat publik.

“Saya tidak akan berusaha menjadi mendalam atau pintar karena ini bukan waktu yang tepat,” kata Cahill, menjelaskan pertimbangannya yang akan dituangkan dalam catatan 22 halaman.

Baca Juga :   BMKG : Potensi Banjir Bandang Di Daerah Jabodetabek, Banten Sampai Jawa

“Saya tidak mendasarkan hukuman saya atas pendapat publik. Saya tidak mendasarkannya pada upaya untuk mengirim pesan apapun. Tugas hakim pengadilan adalah menerapkan hukum pada fakta-fakta spesifik dan menangani kasus-kasus individual,” lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (27/6).

Jaksa penuntut meminta Chauvin dihukum 30 tahun penjara, yang terbukti bersalah atas pembunuhan tingkat dua. Pedoman hukuman Minnesota merekomendasikan Chauvin dihukum 12,5 tahun penjara karena tidak memiliki catatan kriminal.

Hukuman 22,5 tahun penjara ini 10 kali lebih lama daripada pedoman negara bagian Minneapolis dan Cahill membenarkan hukumannya mengutip sejumlah faktor yang memberatkan.

Dengan berkelakukan baik, Chauvin bisa dibebaskan bersyarat setelah menjalani dua pertiga hukumannya, atau sekitar 15 tahun.

Pada keputusan April, Cahill menemukan JPU menunjukkan empat faktor yang memberatkan yang membuatnya menjatuhi hukuman yang lebih lama dari pedoman negara bagian.

Hakim sepakat Chauvin menyalahgunakan posisinya dan otoritasnya; bahwa dia memperlakukan Floyd dengan kekejaman tertentu dengan berlutut di leher Floyd selama lebih dari sembilan menit, bahkan ketika Floyd mengatakan “saya tidak bisa bernapas”; bahwa dia melakukan kejahatan tersebut sebagai bagian dari kelompok tiga orang polisi lainnya; dan dia melakukan pembunuhan di depan anak-anak.

Baca Juga :   Kecanduan Game Online, Seorang Pelajar SMP Mengalami Kelumpuhan

Tim pengacara pembela Eric Nelson meminta hakim mempertimbangkan tidak hanya hal-hal yang memberatkan, tetapi juga hal-hal yang meringankan. Chauvin tidak datang ke persidangan ini sebagai “penjahat karir” tetapi menjalani “kehidupan yang terhormat”, namun pendapat Nelson ditolak.

Persidangan dibuka dengan JPU meminta beberapa anggota keluarga Floyd untuk berbicara di depan pengadilan. Putri Floyd, Gianna (7), berbicara pertama kali melalui rekaman video.

“Saya menanyakannya sepanjang waktu,” ujarnya dalam video tersebut ketika Chauvin duduk di hadapan hakim dengan jas abu-abu dan dasi serta masker biru.

“Ayahku biasanya selalu membantuku menggosok gigi.”

Ditanya apa yang akan dia sampaikan seandainya bisa bertemu lagi dengan ayahnya, Gianna menjawab: “Aku kangen dan sayang ayah.”

Baca Juga :   Mengapresiasi Kerja Nyata Muhammadiyah, Jokowi : Kontribusi Muhammadiyah Kepada Bangsa Nyata

Saudara Floyd, Terrence Floyd menanyakan langsung ke Chauvin apa yang ada di pikiraannya ketika dia berlutut di leher saudaranya. Dia juga menyampaikan ke hakim, dia ingin hukuman maksimal.

Sementara itu, Ibu Chauvin, Carolyn Pawlenty, menyampaikan kepada hakim dia akan selalu meyakini bahwa anaknya tidak bersalah. Dia juga menyampaikan dua momen paling membahagiakan dalam hidupnya adalah ketika melahirkan Chauvin dan menyematkan lencana polisi saat Chauvin bergabung dengan Departemen Kepolisian Minneapolis.

Chauvin sendiri kemudian berbicara kepada hakim, mengatakan dia tidak bisa memberikan pernyataan lengkap karena “masalah hukum tambahan”.

“Tapi sangat singkat, saya ingin menyampaikan belasungkawa saya kepada keluarga Floyd,” katanya.

“Akan ada beberapa informasi lain di masa depan yang menarik dan saya harap semuanya akan memberi Anda ketenangan pikiran. Terima kasih.”

 

Artikel ini telah tayang di :
https://www.merdeka.com/dunia/derek-chauvin-dijatuhi-hukuman-225-tahun-penjara-atas-pembunuhan-george-floyd.html?page=1

Bagikan :

Next Post

Karantina Mandiri Selesai, Pelatih Ansan Greeners Kembali Ditelepon STY Untuk Pemanggilan Asnawi

Sen Jun 28 , 2021
realitaindonesia.com – Asnawi Mangkualam telah menyelesaikan karantina mandiri di Ansan akhir pekan lalu. Tak lama sesudahnya, pelatih Ansan Greeners Kim Gil-sik mendapat telepon dari pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Setelah bergabung dengan timnas Indonesia, Asnawi sebenarnya sudah tiba di Korea Selatan sejak dua pekan lalu. Akan tetapi Asnawi harus menjalani […]

Breaking News

error: Content is protected !!