13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Ahli Epidemiologi UI: Hasil Studi Seroprevalensi Menyatakan Sudah Ada 40 Juta Orang Terpapar COVID-19 di Indonesia

realitaindonesia.com – Indonesia yang memiliki penduduk sebanyak 270 juta telah mencatat 1,83 juta kasus corona akibat pandemi Covid-19.

Kendati demikian, para ahli epidemiologi sejak lama percaya bahwa angka kasus corona sebenarnya telah dikaburkan oleh kurangnya pengujian dan pelacakan kontak virus yang pertama kali ditemukan di Negara Tirai Bambu.

Hasil studi seroprevalensi besar pertama di Indonesia yang dilakukan sejak Desember 2020 hingga Januari 2021 menunjukkan bahwa sekitar 15 persen penduduk Indonesia telah terpapar Covid-19 atau masuk kasus corona, yakni sekitar 40 juta orang.

Padahal, saat ini total kasus corona di Indonesia yang tercatat secara resmi baru mencapai sekitar 0,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Hasil tak terduga itu dibeberkan oleh Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono. Ia bekerja pada penelitian seropervalensi kasus corona di Indonesia yang dilakukan dengan bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga :   Perihal Larangan Perayaan Tahun Baru 2021, 'Sudah Final' Kata Dinas Parekraf DKI

Di sisi lain, Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes mengatakan terkait hasil penelitian yang menyebut koreksi angka kasus corona di Indonesia tersebut masih terlalu dini.

Akan tetapi, menurutnya, masih mungkin ada lebih banyak kasus corona daripada angka yang dilaporkan secara resmi karena banyak pasien positif corona tanpa gejala atau OTG.

Siti Nadia Tarmizi mengakui, Indonesia memiliki pelacakan kontak yang rendah dan kurangnya laboratorium untuk memproses tes Covid-19 sehingga banyak kasus corona yang tak terdeteksi.

Lewat uji darah, studi seroprevalensi mendeteksi antibodi yang muncul pada orang yang kemungkinan besar sudah pernah terjangkit Covid-19 alias pernah positif corona.

Sementara itu, studi seroprevalensi di negara lain, termasuk India, ternyata mengungkap angka kasus corona yang lebih besar, sebagaimana Pikiran-Rakyat.com kutip dari Reuters.

Baca Juga :   Sekolah Bernama Unik 'SMK Sore Masuk Pagi' Ini Berada di Madiun

“Sistem surveilans resmi kami tidak dapat mendeteksi kasus Covid-19. Ini lemah. Pelacakan kontak dan pengujian di Indonesia sangat buruk dan menjelaskan mengapa begitu sedikit kasus yang terdeteksi,” ujar Tri Yunis Miko Wahyono, peneliti utama studi seroprevalensi dari Universitas Indonesia,

Indonesia juga diprediksi masih jauh untuk mencapai kekebalan masyarakat (herd immunity) sehingga kebijakan mempercepat proses vaksinasi Covid-19 menjadi prioritas.

Sejauh ini, baru 6 persen dari 270 juta penduduk Indonesia yang telah divaksinasi Covid-19 secara lengkap, dua dosis. Sementara 9,4 persen lainnya telah mendapatkan satu kali vaksinasi.

Padahal, ditargetkan ada 181 penduduk Indonesia yang seharusnya mendapatkan vaksinasi Covid-19 agar terjadi kekebalan masyarakat terhadap virus corona.

Anak Agung Sagung Sawitri yang merupakan peneliti utama, mengungkapkan bahwa hasil awal studi seroprevalensi terpisah di Bali, yang dilakukan Universitas Udayana, menemukan 17 persen dari masyarakat yang diuji pada bulan September 2020 dan November 2020 tampaknya sudah pernah positif corona.

Baca Juga :   Meski Ramai Isu Pembekuan Darah, Ini Alasan Indonesia Tetap Bakal Pakai Vaksin AstraZeneca

Jumlah kasus corona itu 53 kali lebih tinggi dari tingkat infeksi berdasarkan angka kasus corona yang tercatat secara resmi di Pemerintah Provinsi Bali.

Pulau yang dikenal sebagai surga wisata dunia ini, berencana dibuka kembali untuk pengunjung internasional bulan Juli 2021 mendatang.

Namun pembukaan kembali kunjungan wisatawan asing ke Bali tersebut ternyata ditentang oleh beberapa pakar kesehatan masyarakat, termasuk akademisi sekaligus dokter, yakni Ady Wirawan.

“Testing, tracing, isolasi dan karantina sangat-sangat lemah di Bali,” ujar Ady Wirawan.***

Artikel ini sebelumnya tayang di :
https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-012002788/bukan-183-juta-studi-sebut-ada-40-juta-kasus-corona-di-indonesia-sejak-januari-2021

Bagikan :
error: Content is protected !!