12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Agar Tak Merugi, ASN Jateng Diminta Borong Sayur Petani Karena Harga Anjlok

Realita Indonesia – Para petani sayur di Jawa Tengah mengeluhkan anjloknya harga berbagai komoditas sayuran di pasaran. Padahal, saat ini banyak petani yang sedang memasuki musim panen. Di Magelang, harga kol di pasaran, saat ini hanya laku Rp500 perkilogram.

Padahal biasanya, kol dibanderol seharga Rp2000 perkilonya. Selain itu, tomat yang biasanya Rp4000, kini hanya laku Rp500 perkilogram. Selain itu, ada pula sawi yang biasanya Rp1000 perkilogram, kini hanya laku Rp250.

Di Kendal, harga cabai merah yang biasanya Rp15.000 perkilogram, kini dihargai Rp7000 perkilogram. Cabai rawit dari harga biasanya Rp12.000 perkilogram, hanya laku Rp8000 saja. Akibatnya, banyak petani yang merugi dengan anjloknya harga itu. Tak sedikit pula yang rela membagi-bagikan sayurannya secara gratis kepada masyarakat, daripada menjual dengan harga murah.

Baca Juga :   Ada Kebijakan Baru Dari Whatsapp, Jika Pengguna Menolak Ini Yang Terjadi

Tak ingin petani merugi, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung mengambil langkah cepat. Mengoptimalkan kekuatan Aparatur Sipil Negara (ASN), Ganjar memerintahkan semua ASN memborong hasil sayur petani dengan harga pantas.

Perintah itu langsung ditindaklanjuti KORPRI organisasi ASN di lingkungan Pemprov Jateng dengan menggelar Gerakan KORPRI Peduli Petani. Mereka kemudian menghimpun para ASN untuk membeli sayur-sayuran itu dengan harga pantas.

Misalnya harga cabai rawit merah dibanderol dengan harga Rp10.000 perkilogram, cabai rawit keriting dibanderol seharga Rp10.000 perkilogram, tomat Rp5000 perkilogram, kobis dan labu siam masing-masing Rp5000 perkilogram. Aneka sayuran itu dikemas dalam dua paket, yakni paket 1 seharga Rp25.000 dan paket 2 seharga Rp45.000. Masing-masing paket berisi aneka sayuran dari petani.

Baca Juga :   Pembangunan Infrastruktur Melalui Konsorsium Dapat Mendongkrak Perekonomian, Kata DPRD ( Kobar )

“Saya itu disambati petani, pak ini gimana harga komoditas sayuran hancur. Lalu saya minta ada gerakan dan langsung ditindaklanjuti teman-teman ASN dengan memborong hasil pertanian dengan harga layak,” kata Ganjar, Jumat (4/9/2020).

Ia menerangkan, gerakan ASN membeli produk pertanian dengan harga pantas ini sebenarnya tidak lebih dari gerakan moral. Para ASN di lingkungan Pemprov Jateng sedang mempraktikkan rasa kemanusiaan dan kecerdasan emosional yang ada.

“Saya hanya bilang, yuk ini sayuran petani dibeli bareng-bareng, mereka langsung membuat gerakan yang diinisiasi KORPRI dan pak Sekda. Dan gerakan ini sudah terbiasa, dulu cabai pernah, bawang pernah. Semuanya dilakukan untuk membantu petani,” ucapnya.

Ada beberapa jenis sayuran yang diborong oleh ASN Pemprov Jateng. Diantaranya kobis, tomat, cabai, bawang, kentang, labu siem, kembang kol, terong dan lainnya.

Baca Juga :   Jayawijaya Papua Di Guncang Gempa Dengan Magnitudo 5,6

“Ada 18 item jenis sayuran yang dibeli dari petani¬†Wonosobo, Purbalingga, Pemalang, Banjarnegara, Jepara, Magelang, Kabupaten Semarang dan lainnya. Semuanya dibeli dengan harga pasar sebelumnya, jadi kalau sebelumnya perkilo Rp2500 dan sekarang jadi Rp500, ya kita beli perkilo Rp2500,” jelasnya.

Sampai saat ini, sudah ada 2.424 paket yang dipesan oleh ASN Pemprov Jateng. Jumlah itu dipastikan bertambah karena minat ASN membantu petani masih tinggi.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : Sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!