agar Pekerja Seni Tetap Berkarya, Inilah Upaya Pemkot Surabaya

pemkot surabaya ( foto Dok.Bangga Surabaya )

Realita Indonesia – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menyiapkan formula baru agar pekerja seni di Kota Pahlawan tetap bisa berkarya dan berkreasi meski di tengah pandemi COVID-19.

Formula tersebut akan menerapkan protokol kesehatan ketat dan tidak menimbulkan kerumunan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menyampaikan hal itu usai menggelar rapat bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait serta Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesian (Persakmi) di Balai Kota Surabaya, Rabu, 26 Agustus 2020.

“Dari hasil analisa kajian dan masukan dari Persakmi bahwa untuk tampilan seni di tempat terbuka, di ruang terbuka ini memiliki peluang yang cukup besar di dalam penyebaran dan penularan COVID-19. Sehingga dari sarannya, untuk tidak dilakukan saat ini,” kata Antiek, seperti dikutip dari laman Surabaya.go.id.

Baca Juga :   Pemerintah : Batu Bara Masih Tempat Menjadi Energi Prioritas Hingga Tahun 2040

Meski demikian, pihaknya menyatakan Pemkot Surabaya tetap berkomitmen ingin memberikan ruang gerak bagi seniman, budayawan, atau pekerja seni untuk bisa tetap berkarya dan berkreasi. Hal ini dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Sehingga kita mencari pola baru bagaimana pekerja seni tetap bisa berproduksi, berkarya dan bisa mendapatkan penghasilan, tetapi tetap memperhatikan bagaimana pengamanan supaya tidak terjadi klaster baru di dalam Covid-19 ini,” ujar dia.

Oleh karena itu, saat ini Disbudpar Surabaya menyiapkan formula baru bagaimana untuk konsep ke depannya.

Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya bakal menggelar rapat bersama seniman, budayawan, serta media. Ini dilakukan untuk mendapat masukan-masukan dari berbagai pihak sebelum konsep itu diterapkan.

Baca Juga :   Pak Jokowi Sudah Resmi Lantik 7 Anggota Komisi Yudisial, Siapa Aja Ya?

“Di mana produksinya nanti akan kita buat, kemudian konsep produksinya seperti apa, yang tampil modelnya seperti apa. Kita memiliki beberapa pola alternatif yang akan kita tayangkan, di antaranya menggunakan media yang interaktif dan non interaktif,” ungkap dia.

Bahkan, tidak memungkinkan nantinya Disbudpar bakal menggandeng media, maupun industri pariwisata untuk bisa berkolaborasi bersama memberikan ruang gerak yang lebih bagi para seniman dan budayawan. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan dua pola, yakni interaktif dan non interaktif.

“Interaktif itu bisa melalui misalnya, zoom, streaming dalam bentuk misalnya lewat Instagram dan Youtube. Sedangkan non interaktif, itu bisa melalui taping (siaran) di media televisi,” terangnya.

Baca Juga :   Ini Syarat Penerima, Jokowi Resmi Berikan Subsidi Gaji Pekerja

Menariknya, perempuan yang pernah menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya ini juga menyatakan, nantinya lokasi untuk pengambilan taping itu bisa memanfaatkan beberapa tempat tematik yang ada di Surabaya. Mulai destinasi sejarah hingga wisata.

“Tadi kita sudah mengidentifikasi tempat-tempat yang mungkin bisa dipakai produksi mengangkat berbagai kolaborasi sejarah atau destinasi wisata yang terkenal. Ini sedang kita jajaki dan mungkin kita akan melakukan beberapa kali pertemuan dengan berbagai pihak,” imbuhnya.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : liputan6.com

Bagikan :
error: Content is protected !!