Ada Kebijakan Baru Dari Whatsapp, Jika Pengguna Menolak Ini Yang Terjadi

Realita Indonesia – Aplikasi pesan WhatsApp akan melakukan pembaruan ketentuan dan kebijakan privasi per 8 Februari 2021. WhatsApp APAC Communications Director Sravanthi Dev menerangkan bahwa pengguna akan diberikan waktu selama 30 hari sejak diterimanya notifikasi untuk menyetujui kebijakan baru WhatsApp tersebut.

“Pengguna mempunyai memiliki 30 hari untuk memikirkan pembaruan tersebut jika ingin terus menggunakan layanan chat dan telepon WhatsApp,” ujar dia saat dihubungi, Jumat 8 Januari 2021.

Menurut Dev, seperti aplikasi lainnya, pengguna perlu menyepakati Terms & Conditions untuk dapat menggunakan layanan yang diberikan aplikasi tersebut. Jika tidak setuju dengan update tersebut, kata dia, pengguna tetap bisa membuka atau mengakses WhatsApp, misalnya cek chat history (ini bisa dicek apabila ada back up device juga), tapi tidak bisa menikmati layanan chat atau telepon. 

“Akun tersebut masih aktif untuk memungkinkan jika suatu hari pengguna berubah pikiran dan ingin menyetujui update Kebijakan Privasi terbaru untuk lanjut menggunakan layanan chat dan telepon WhatsApp,” kata Dev.

Baca Juga :   Perpres Sanksi bagi Warga yang Menolak Vaksinasi

Dev juga menjelaskan bahwa update ini berfokus pada perpesanan bisnis yang memilih hosting di server Facebook. Menurutnya, tidak ada perubahan terkait pembagian data dengan Facebook terkait percakapan personal dan privat di luar konteks bisnis tersebut. 

Selain itu, WhatsApp juga tidak mewajibkan pengguna untuk memberikan informasi personalnya pada bisnis yang menggunakan layanan hosting Facebook. “Privasi tetap menjadi yang terpenting bagi WhatsApp, dan update kebijakan di atas tidak mengubah hal tersebut,” kata Dev.

Dev merujuk kepada kritik dari The Hacker News yang menilai kebijakan baru WhatsApp tak lagi sejalan dengan prinsip dasar kebijakan privasi aplikasi pesan milik Facebook itu bahwa keamanan data privasi dikodekan dalam DNA-nya. Nyatanya, perubahan wajib yang akan diterapkan memungkinkan WhatsApp untuk membagikan lebih banyak data pengguna dengan perusahaan Facebook lainnya.

Baca Juga :   Pakar Ajak Waspada Doktrin di Medsos atas Maraknya Teroris Generasi Milenial

“Tidak mengherankan,” The Hacker News menulis, “Kebijakan berbagi data dengan Facebook dan layanan lainnya ini tidak berlaku untuk negara Uni Eropa yang merupakan bagian dari Wilayah Ekonomi Eropa (EEA) dan yang diatur oleh peraturan perlindungan data dari General Data Protection Regulation (GDPR).”

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!