4 Gerbang Lainnya Menyesuaikan, Untuk Tarif Tol Layang Berlaku Februari 2021

Realita Indonesia – Tarif tol Ujung Pandang Seksi III atau jalan tol layang AP Pettarani Makassar direncanakan mulai diterapkan pada februari tahun 2021 mendatang. Jika diterapkan tarif empat gerbang tol lainnya pun akan menyesuaikan.

“Jadi fungsional itu dioperasikan tanpa penyesuaian tarif dulu, supaya masyarakat bisa nikmati dulu mungkin dalam 2-3 bulan kedepan setelah selesai ini tol. Mungkin Insyaallah pemberlakuan penyesuaian tarif tolnya di awal Februari tahun depan,” ungkap Direktur Teknik dan Operasional PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), Ismail Malliungan.

Kata Dia, PT Margautama Nusantara (MUN) melalui anak usahanya PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) yang merupakan investor atas proyek ini, telah menghitung pemberlakuan tarif yang dimaksud. dengan merujuk pada besaran nilai investasi atas proyek ini senilai Rp2,243 triliun.

“Di jalan tol layang Pettarani itukan tidak ada gerbang tol baru. Tapi rencananya sesuai dengan skema yang sudah dibuat sebelumnya bersama Kementerian PUPR bahwa tarifnya itu, nanti akan ada penyesuaian tarif pada gerbang tol BMN lain yang existing,” jelas Ismail.

Baca Juga :   Perluasan Bidang Bisnis, BTPN Bank Mendukung Proyek Strategis Di Indonesia

Dengan adanya Jalan Tol Layang AP Pettarani, maka penyesuaian tarif akan berlaku di empat gerbang tol lain yang saling berhubungan. Tarifnya masing-masing ditetapkan Rp5.500. Itu terdiri dari gerbang tol Cambayya, Kaluku Bodoa, Tallo Timur, dan gerbang tol Parangloe.

“Jadi ada empat gerbang tol nanti yang mengalami penyesuaian tarif dengan adanya jalan tol layang AP Pettarani ini. Karena jalan tol Makassar ini dioperasikan dengan sistem terbuka, jadi semua gerbang-gerbang tol itu mengalami penyesuaian,” paparnya.

Ismail menambahkan, pembangunan jalan tol layang AP Pettarani progresnya sudah mencapai 99%. Tersisa hanya drainase termasuk pekerjaan expansion joint. Targetnya 31 September sudah rampung. Selanjutnya difungsikan untuk dilalui kendaraan. Untuk jadwal pastinya, sementara dikoordinasikan dengan pemerintah.

Baca Juga :   112 petugas Lapas Kelas IIA Cikarang, Kabupaten Bekasi, menjalani tes urine yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK), Hasil tes menyatakan seluruh petugas lapas negatif.

Selain merampungkan pembangunan jalan tol layang AP Pettarani, perbaikan kondisi jalan arteri di ruas Jalan AP Pettarani juga sementara dilakukan. Untuk perbaikan kondisi jalan bagian bawah, ditarget selesai 31 Desember 2020.

“Jadi memang schedule-nya begitu. Setelah selesai (jalan tol) di atas, dan difungsionalkan, baru kita bekerja di bawah. Karena traffic managementnya harus begitu. Supaya tidak mengganggu arus lalu lintas,” urai Ismail.

Proyek tol layang AP Pettarani Makassar rencananya akan diresmikan Presiden RI, Joko Widodo. Hanya saja agendanya masih diatur. Ismail belum bisa memastikan karena masih dikoordinasikan bersama Pemprov Sulsel.

“Mungkin seperti keterangan pak gubernur waktu kunjungan lapangan itu, ada beberapa proyek lain yang diagendakan akan diresmikan bersamaan. Jadi tentu Pemprov Sulsel mungkin sudah punya ancang-ancang, tapi kami belum bisa beri kepastian,” tandasnya.

Baca Juga :   Selama Proses Distribusi, Bio Farma Menjaga Kualitas Vaksin Covid-19 Dengan Rinci

Ismail berharap, pembangunan tol layang ini bisa mengurai kemacetan di ruas Jalan AP Pettarani Makassar. Namun baru bisa maksimal jika ada kelanjutan pembangunan tol selanjutnya ke arah Selatan yang sementara dibicarakan. “Ini bisa dibilang tahapan pertama pembangunan jalan tol ke arah Selatan. Kita berharap kehadiran tol layang Pettarani ini bisa mengurangi kemacetan yang terjadi di Pettarani. Tapi fungsi optimumnya akan terjadi ketika jalan tol ini sudah disambung ke arah Selatan,” ucap Ismail.

Sekadar diketahui, pembangunan tol layang atau Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3 ini mulai dikerjakan akhir April 2018 lalu sepanjang 4,3 kiloometer. Dengan rute dari akhir Jalan Tol Seksi II, tepatnya di Persimpangan Jalan Urip Sumoharjo melewati Persimpangan Jalan Boulevard Panakkukang, Jalan Hertasning dan berakhir sebelum Persimpangan Jalan Sultan Alauddin.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : sindonews.com

Bagikan :
error: Content is protected !!