13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

3 Wilayah di Indonesia Diguncang Gempa

Ilustrasi Gempa Bumi (Dok. iStockphoto)

Realita Indonesia – Ada tiga gempa yang menggoyang wilayah Indonesia hari ini, Kamis (17/6/2020). Hingga pukul 20.30 WIB, lindu masing-masing terjadi di Kota Sabang, Aceh, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Berdasarkan laporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat gempa terjadi, getarannya juga dirasakan di sejumlah wilayah.

Lindu di Sumbawa Barat dirasakan dalam skala II MMI (Modified Mercalli Intensity) di Lombok Tengah. Lalu di Kota Sabang dan Aceh, dalam skala III dan II MMI.

Sementara, guncangan gempa di Morowali dirasakan di Bahodopi dalam skala IV-V MMI, Malili II-III MMI, dan Bungku IV MMI. Meski begitu, gempa dilaporkan tidak berpotensi tsunami.

Berikut tiga gempa yang mengguncang wilayah Indonesia :

Gempa Sumbawa Barat
Gempa magnitudo 4,3 menggoyang Sumbawa Barat, NTB, pada Rabu dini hari, pukul 00:54:46 WIB.

Sementara, lokasi gempa terletak pada koordinat 9,53 Lintang Selatan (LS) dan 116.65 Bujur Timur (BT). Atau tepatnya berlokasi di 89 km barat daya Sumbawa Barat.

Sedangkan pusat lindu dilaporkan BMKG berada di laut pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa Sabang Aceh
Gempa kedua hari ini terjadi di Kota Sabang, Aceh. Bermagnitudo 3,1, lindu terjadi pada pukul 02:22:13 WIB.

Lewat laman resminya, BMKG mengungkap gempa berpusat di laut dengan kedalaman 4 kilometer.

Baca Juga :   Dihapus dan Diganti Dengan Asesmen Nasional Untuk Ujian Nasional 2021, Bedanya Apa?

Sementara, lokasi gempa terletak pada koordinat 5,82 LU dan 95,39 BT. Atau lebih tepatnya berlokasi di 11 km tenggara Kota Sabang.

Gempa Morowali Sulteng
Selanjutnya gempa menggoyang Kabupaten Morowali pada pukul 18.10.23 WIB. Lindu bermagnitudo 5,0 sebelum akhirnya dimutakhirkan BMKG menjadi magnitudo 4,8.

Saat gempa terjadi getarannya dirasakan ke sejumlah wilayah. Di Bahodopi dalam skala IV-V MMI, Bungku IV MMI, serta Malili dalam skaka II-III MMI.

Sementara, lokasi gempa terletak pada koordinat 2,76 Lintang Selatan (LS) dan 122,13 Bujur Timur (BT). Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 26 km arah Tenggara Morowali, Kabupaten Morowali, Sulteng.

Sedangkan pusat gempa dilaporkan terjadi di laut pada kedalaman 10 kilometer.

Antisipasi Gempa Bumi
Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum:
– Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

– Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

– Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

Baca Juga :   Di Akhir 2021 Nanti, Pemerintah Sangat Berharap Jika Herd Immunity Covid-19 Sudah Terbentuk

– Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

– Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

– Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi.

– Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

– Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

– Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa Bumi:
– Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

– Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

– Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

Baca Juga :   Untuk Pulihkan Sektor Pariwisata Dan ekonomi Kreatif, Menparekraf Sandiaga Keluarkan 6 Strategi

– Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

– Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa Bumi:
– Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

– Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

– Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

– Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

– Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

– Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

– Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : liputan6.com

Bagikan :
error: Content is protected !!