3 Pesan Utama yang Disampaikan Jokowi di Penutupan KTT Ke-37 Asean

Realita Indonesia – Presiden Joko Widodo menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-37 ASEAN secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 12 November 2020.

Presiden Joko Widodo menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-37 ASEAN secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 12 November 2020.

Presiden Joko Widodo kembali menekankan pentingnya kerja sama di bidang kesehatan dan menjaga stabilitas kawasan dalam akhir rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-37 Asean pada Minggu (15/11/2020).

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi di seluruh rangkaian acara. Dia mengatakan Presiden menyampaikan tiga pesan utama dalam akhir rangkaian KTT Ke-37 Asean.

Baca Juga :   Bambang Brodjonegoro : Ada Investor Tertarik Kembangkan Vaksin Merah Putih

Pertama, pesan mengenai pentingnya memperhatikan kerja sama di bidang kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, yaitu membangun ketahanan kesehatan kawasan dan dunia.

Pesan kedua, mendorong kerja sama untuk mengatasi dampak ekonomi dari pandemi. “Kerja sama ini penting untuk terus dilakukan agar kondisi ekonomi dunia menjadi lebih baik, tentunya tanpa mengorbankan ketaatan pada protokol kesehatan,” ujar Menlu.

Pesan ketiga, mengenai pentingnya terus menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia. “Hal ini terus ditekankan oleh Presiden, mengingat rivalitas antara kekuatan besar semakin menajam. Upaya untuk menangani pandemi dan dampak ekonomi akan terhambat, jika isu perdamaian dan stabilitas tidak terus dijaga,” ungkap Menlu.

Baca Juga :   'Vaksin AstraZeneca Boleh Digunakan Meski Mengandung Unsur Babi' Ungkap MUI

Selain itu, imbuh Retno, isu sentralitas dan soliditas Asean juga secara konsisten disampaikan oleh Presiden selama KTT Asean. Indonesia secara konsisten terus menjaga sentralitas dan soliditas Asean dan akan terus menjalankannya.

“But we can not do it alone, we need everyone on board. Asean harus terus memegang dan melaksanakan prinsip-prinsip yang sudah disepakati bersama, misalnya di Asean Outlook on the Indo-Pacific dan tidak membuka peluang negara manapun untuk menawar prinsip-prinsip tersebut. We have to walk the talk,” terang Menlu.

Pesan lain yang mengemuka, imbuh Menlu, adalah mengenai penghormatan hukum internasional termasuk UNCLOS 1982. “Pentingnya upaya memperkuat multilateralisme, juga mendapat penekanan di pidato Presiden. Multilateralism that delivers,” pungkas Menlu.

Baca Juga :   Capres Diusulkan Untuk Muncul Jauh-jauh Hari, Kan Lebih Cepat Lebih Baik

Sumber : Bisnis.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!