oleh -235 Dilihat

Korban Dugaan Penipuan Platform Triumph Mencapai Ratusan Juta Hingga Milyaran

Garut ,Realita Indonesia.Com — Penggunaan digital yang tidak bertanggung jawab dapat merugikan orang lain, seperti dugaan yang dilakukan oleh berinisial L.H selaku CEO platform Triumph Official. Tidak tanggung-tanggung, korban yang tergiur iming-iming patform tersebut, mengalami kerugian ratusan juta rupiah hingga milyaran rupiah.

Diutarakan salah satu korban sekaligus Member Triumph Official, berinisial Z berusia 22 Tahun asal Tasikmalaya, bahwa awalnya di Tahun 2021, dirinya diundang oleh kakak iparnya dalam acara Ticket Soft launcing di Bandung.“Saat itu hadir seorang artis, yaitu Indra Bekti sebagai Brand Ambassador,” ucapnya ketika diwawancarai Pers di rumah Kakanya, di kawasan Bandrek Kec. Cibatu, Kamis (19/01).
Dalam acara tersebut, mungkin untuk menarik minat para tamu, dilakukan beberapa pembuktian bahwa dana yang diinvestasikan bisa di cairkan. Platform Triumph adalah bisnis yang menguntungkan dengan presentasi keuntungan sebesar 0,3, 0,6 sampai o,8 persen serta modal dapat di cairkan kapanpun.
“Awalnya saya tidak berinvesi, tapi oleh Kakak diberi modal sebesar Rp. 3 juta dan terbukti benar, sehingga awal Pebruari 2021 Saya berani minta modal ke orang tua sebesar Rp. 200 juta. Kemudian di akhir Pebruari menambah modal lagi sebesar 200 juta, dan waktu itu ada pencairan tapi hanya keuntungan yang bisa di cairkan, sementara untuk modal tidak,” jelas Z.

Diduga penipuan oleh berinisial L.H selaku CEO platform Triumph, ketika CEO berdalih ada pencurian asset sistem dengan total kerugian hampir Rp. 3 Milyar rupiah yang mengakibatkan system vakum (tidak jalan). System dari patform tersebut adalah system stacking, yaitu jika menanam asset, maka asset akan berkembang.
Ketika muncul masalah tersebut, aku dia, dirinya sudah tidak mau presentasi ke warga, karena system sudah tidak benar, tapi oleh perusahaan dirinya di push, bahwa jika ingin perusahaan selamat, mari selamatkan oleh kita. “karena percaya pada perusahaan, akhirnya diperjuangkan dengan mempresentasikan perusahaan,” tuturnya.

Sampai pada Desember Tahun 2021, tidak bisa mencairkan uang dan mulai terjadi gejolak, di mana Z termasuk Kakaknya dijadikan tameng, bahwa downline merupakan tanggungjawabnya, sehingga para downline tidak bisa masuk ke Perusahaan.

Pada awal Januari 2022, pihak Peruhasahan menawarkan solusi dengan migrari dengan nama koin exalt, dan pada Januari sampai Maret 2022 dilaksanakan running, di mana semua invest harus bermodal kembali. “Saya kembali memberikan modal sebesar Rp. 100 Juta, jadi total modal sebesar 500 Juta, sedangkan Kakak mencapai 1,5 Milyar” imbuhnya.
Pada puncaknya, karena tidak ada pencairan kembali, bahkan modal pun tidak dapat di tarik, maka para downline di bawah dirinya, komplen yang minta ganti rugi. Maka sebagai bentuk tanggung jawab dan nurani, sebagian kerugian downline ditanggung hingga mencapai hampir Rp. 200 Juta.
“CEO Aplikasi Triumph juga membuat token TRHC dan sudah dilakukan penjualan kepada membernya dengan menjanjikan, bahwa token tersebut akan launching di 2022 kwartal pertama, namun token TRHC pun tidak ada lanjutannya,” sebut dia.
L.H pun masih mencari celah untuk meraup uang member dengan menjual mesin mining, dan tidak ada kabarnya. Hingga pada akhir Tahun 2022 dengan dalih menyelamatkan perusahaan, semua leader harus membeli node, dengan menjanjikan bahwa triumph baru akan aman untuk ber investasi.
“Paling parah dan memilukan bagi saya, adalah hukuman social masyarakat, di mana keluarga khususnya orang tua merupakan tokoh setempat. Namun akibat platform Triumph, nama baik keluarga hancur dan dianggap penitu, sampai kedua orangtua tidak pernah keluar, saking malunya,” terang Z.

Diharapkan, jika pihak Perusahaan tidak mampu mengganti seluruh kerugian downline, tolong datang ke Tasikmalaya dan jelaskan ke para downline. Sehingga, image negative warga terhadap keluarganya bisa hilang, karena memang bukan sebagai pelaku, tapi termasuk korban juga.
“Tuntutan saya tidak muluk, hanya datang ke Downline serta menjelaskan duduk perkaranya, agar warga tidak menganggap kami adalah penipu. Namun, apabila pihak Perusahaan tidak ada itikad baik dan solusi terbaik, maka kami akan menuntutnya ke jalur hukum,” pungkasnya.
Sementara kuasa hukum dari para Korban (downline), yang berinisial Y, bahwa para downline yang menguasakan permasalah dugaan penipuan ini sekitar 30-40 orang yang tersebuar di wilayah Jakarta, Bekasi dan Tangerang. “Di taksir kerugian downline mencapai kurang lebih 15 Milyar,” tandasnya.
Sambung dia, bahwa permintaan mereka cukup simple, yaitu berharap uang kembali, akan tetapi setelah dipelajari kasus ini, jauh jika uang dapat kembali. Mungkin mereka menguasakan kepada dirinya, minimal diduga para pelaku bisa diproses secara hukum, paling tidak bisa hadir dengan semua downline dan menjelaskannya.
“Kami telah membuat laporan terkait dugaan kasus penipuan ini ke pihak Bareskrim Polri pada Tahun 2022. Sebenarnya tinggal melanjutkan karena sudah ada yang melaporkan, juga telah muncul dalam salah satu Medsos, yaitu You tube,” aku Y.
Anehnya, sambungnya, kenapa hasil laporan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian, buktinya di duga pelaku masih berkeliaran. Harusnya pihak Kepolisian, minimalnya melakukan mediasi antara tim downline dengan di duga pelaku tersebut.
“Sekarang terakit kasus platform Triumph berhenti total, tidak ada pergerakan dari pihak Bareskrim. Bahkan ketika ditanyakan kepada diduga pelaku, yaitu L.H selaku CEO, bahwa dirinya (L.H) masih dalam proses dengan Bareskrim. Bahkan dia pernah menantang siap di somasi dan di proses hukum,” pungkasnya.(Om Danur)